Polda Jateng Gelar Operasi Zebra Candi
23 Oktober - 5 November 2019

By Redaksi SS 23 Okt 2019, 20:31:16 WIB Ragam
Polda Jateng Gelar Operasi Zebra Candi

Keterangan Gambar : Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat memimpin upacara gelar pasukan dalam rangka Operasi Zebra Candi 2019 yang berlangsung di Halaman Polda Jateng di jalan Pahlawan Semarang, Rabu (23/10)    operasi Zebra Candi 2019 yang akan berlangsung mulai hari ini hingga 5 november 2019 (dok Humas Polda )


Semarangsekarang.com - Kegiatan Operasi Zebra Candi 2019 bakal digelar di Jawa Tengah dengan melibatkan personel gabungan dari beberapa instansi. Tujuan di gelarnya operasi ini adalah untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Tengah.

Kapolda Jateng Irjen pol Rycko Amelza Dahniel mengatakan, sebanyak 3.300 personel gabungan dari berbagai instansi seperti  kepolisian, Kodam IV Diponegoro, Dinas Perhubungan, Jasaraharja, Jasamarga, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan disiagakan untuk melaksanakan operasi Zebra 2019.

Menurut Irjen pol Rycko, Operasi Zebra Candi 2019 dimulai dari 23 Oktober hingga 5 November akan menindak pelanggaran lalu lintas, antara lain pengendara yang tidak mengenakan helm, pengemudi yang tidak memakai sabuk pengaman dan berkendara melebihi kecepatan.

”Tindakan tegas juga akan dilakukan pada pengendara mabuk pada saat berkendara, melawan arus, pengendara masih di bawah umur, berkendara sambil menggunakan ponsel serta kendaraan yang menggunakan strobo, rotator dan sirine” kata Rycko saat gelar pasukan di Halaman Mapolda Jateng di Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (23/10/2019).
 
Irjen Pol Rycko mengatakan diberlakukannya operasi zebra diharapkan mampu menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. 

Berdasar catatan kepolisian,  selama bulan Januari sampai September 2019, atau selama 9 bulan telah terjadi 19.262 kasus kejadian lakalantas. Jumlah tersebut naik sebanyak 45 persen dibanding periode yang sama pada tahun 2018, yang berjumlah 13.270 kasus. Jumlah tersebut cukup menjadi perhatian pihak kepolisian Jawa Tengah, terlebih lagi korban lakalantas didominasi dari kalangan generasi milenial atau golongan usia produktif, tambahnya.

Kapolda Rycko juga berpesan kepada petugas yang melaksanakan kegiatan operasi di lapangan supaya bersikap tegas tapi juga mendidik, menghindari tindakan arogan dan tidak mencari kesalahan para pelanggar. Penegakan hukum diharapkan dilakukan secara humanis, bukan hanya sekadar langsung diberikan penindakan, namun juga sekaligus diberikan penjelasan. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment