Primadona Panggung Komedian
Jamil  Aona

By Redaksi SS 08 Mei 2018, 13:20:12 WIB Tokoh / Profil
Primadona Panggung Komedian

Keterangan Gambar : Jamil Aona, pernah merasakan pahit getirnya dalam meniti karir menjadi seorang komedian. Popularitas yang diraihnya saat ini dilalui melalui jalan yang panjang dan tidaklah mudah.


Semarangsekarang.com--Sebagai pelaku dalam dunia komedi, Aona Soeka alias Jamil Aona adalah primadona dari panggung ke panggung. Istilah tersebut tidaklah berlebihan karena pria yang berulang tahun tiap tanggal 14 Oktober ini, sudah mencicipi segala manis pahitnya   panggung komedi.

Mulai dari panggung yang sifatnya lomba, hingga panggung hiburan merupakan tempatnya mengais rezeki. Baik yang disiarkan televisi, maupun sekedar lomba di kampus STIK Semarang. Mulai dari level  nasional, hingga regional Kota Semarang.

Tetapi,  banyak yang tidak menyangka sebelum sampai pada situasi sekarang, ini alumni Sastra Undip, itu harus rela merasakan pahitnya mencari popularitas. Ia pernah menggadaikan kalung sang istri,  agar dapat terus bertahan ikut dalam lomba lawak di Jakarta. Ia juga pernah menjual sepeda motornya agar dapur sang istri tetap ngepul, meski dia sendiri harus puasa.

“Itu namanya lika-liku kehidupan, agar istri tidak khawatir, dan mengira kita sudah gajian, motor terpaksa kita jual, uangnya kita kirimkan,” demikian pengakuannya pada semarangsekarang.com beberapa waktu lalu.

Tetapi, dari semua ujian itu, puta ke 4 dari tujuh bersaudara pasangan Soengkowo dan Sukarti, ini merasa mendapat ujian paling berat ketika anak pertamanya Dea Ayu Wulandari, meninggal dunia pada usia 3 tahun. Saat itu, Jamil merasa sebagian kebahagiaannya terenggut menyaksikan anak kesayangannya itu menghembuskan nafas terakhir akibat Leukimia.

Begitu beratnya, Jamil kerap menangis hingga setelah setahun kepergian anaknya itu. Bahkan saat naik angkot di Jakarta pun serta merta Jamil bisa menitikan air mata bila mengingatnya.

Setelah melewati semua jalan terjal, itu kini Ia  tengah menikmati hasil perjuangannya. Memiliki dua rumah dan dua mobil menurutnya harus dinikmati dan disyukuri. Apalagi dia juga punya jadwal tetap di radio dan televisi lokal Semarang.  

Jamil sendiri sudah mulai menekuni dunia komedi sejak 1987, kala itu ia masih duduk di bangku SLTA dan juara 3 lomba lawak semarang. Lalu pada 1989 ia juara pertama lawak tunggal di kampus STIK semarang.

Berikutnya hampir tiap tahun ia selalu terlibat dalam berbagai lomba lawak. Termasuk saat menjadi juara 2 lawak tunggal yang diadakan RCTI tahun 1997.  Sejak  itu pula, ia dikenal sebagai salah satu komedian dan mendapat job di Jakarta. (mbd-SS)

 



Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment