Proses Bongkar Muat Petikemas Tak Terganggu
Menyusul tertabraknya Conttainer Crane Pelabuhan Tanjung Emas

By Redaksi SS 15 Jul 2019, 23:05:07 WIB Semarangan
Proses Bongkar Muat Petikemas Tak Terganggu

Keterangan Gambar : Cpntainer crane yang ambruk akibat dihantam kapal MV Soul Od Luck di Pelabuhan Tanjung Enas Semarang.


Semarangsekarang.com- Peristiwa tertabraknya Container Crane (CC) oleh kapal petikemas di terminal petikemas area pelabuhan Tanjung Emas Semarang tidak mengganggu jalanya proses bongkar muat petikemas maupun kedatangan atau keberangkatan kapal.

Hal ini disampaikan Direktur Utama Pelindo III Doso Agung saat jumpa pers  menanggapi insiden yang menyebabkan ambruknya CC tiga di terminal petikemas Semarang.
Doso memastikan kelancaran pelayanan kapal di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) pasca insiden kapal MV. Soul of Luck yang menyenggol crane, bahkan  pihaknya menjamin bahwa  operasional bongkar muat tetap berjalan nornal.

"Tentu prosentase bongkar muat tiap jam nya akan berkurang, namun  kami memastikan tidak akan ada delay dan keterlambatan," kata Doso didampingi Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP)  Semarang Ahmad  Wahid saat bertemu awak media di kantor Pelindo III di Jalan Coaster No 10, Semarang Utara, Tanjung Mas, Semarang,, Senin (15/7/2019).

Selain Kepala KSOP, hadir dalam jumpa pers pihak Agen Perjalanan yang membawahi kapal, Indonesia National Shipowner Association  (INSA) Semarang, Kapolsek Tanjung Emas. 
Doso menjelaskan, penyebab terjadinya kecelakaan kapal MV Soul Of Luck tersebut karena mesin kapal mengalami kerusakan saat merapat ke dermaga.
Menurut Doso, bahwa kapal MV. Soul Od Luck saat hendak masuk ke perairan Semarang belum menemui masala, namun saat hendak merapat ke dermaga tiba-tiba mesin tidak bisa berfungsi walaupun kita sudah menggunakan kapal kecil untuk menahan laju kapal MV. Soul Od Luck.

“Upaya maksimal sudah dilakukan oleh nakoda di bantu oleh petugas dari KSOP dengan mengerahkan motor tug untuk menarik kapal, , namun insiden tidak bisa di hindarkan, tali penarik putus hingga kapal melaju ke bandara menyenggol Container Crane” kata Doso.  

Kepala KSOP Tanjung Emas Ahmad Wahid mengakui memang terjadi sistem kapal tidak berfungsi karena mesin rusak  sehingga saat mendekati dermaga, rem kapal tidak berfungsi.
Wahid mengatakan pihaknya sudah memanggil nahkoda beserta awak kapal untuk dimintai keterangan untuk mengetahui sejauh mana kerusakan di mesin kapal sehingga tidak bisa berfungsi sepenuhnya saat hendak berlabuh” kata Wahid.  

"Semua yang sudah kami periksa. Tidak ada unsur kesengajaan, ini murni kecelakaan akibat tidak berfungsinya mesin penggerak kapal saat bersandar di dermaga," kata Wahid. 

Akibat ambruknya crene ini, satu sopir truk mengalami ruka ringan, 14 kontainer dan tiga truk rusak 1 buah bolder, 6 fender , scratch di dermaga serta putusnya enam tali pengikat kapal. 
Akibat kecelakaan ini, Pihak Pelindo memperkirakan kerugian mencapai Rp 60 milyar. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment