SBC Menjadi Wisata Budaya Jaw Tengah

By Redaksi SS 28 Jul 2019, 16:31:48 WIB Daerah
SBC Menjadi Wisata Budaya Jaw Tengah

Keterangan Gambar : Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpakaian adat ala Timor Leste di ajang Solo Batik Carnival


Semarangsekarang.com (Surakarta) - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tampil nyentrik saat menghadiri perhelatan Solo Batik Carnival (SBC) di Surakarta, Sabtu (27/7/2019). Mengenakan kostum ala Timor Leste, Ganjar nampak gagah dan garang saat berjalan dari rumah dinas Wali Kota Surakarta ke Stadion Sriwedari.

Balutan kostum berwarna merah dengan selendang batik membuat suami Siti Atikoh ini menjadi sorotan.Tambahan mahkota berbentuk burung lengkap dengan bulu dan sayap di kanan kirinya, membuat penampilan Ganjar semakin menawan.

Terbukti, sepanjang jalan, Ganjar menjadi rebutan masyarakat untuk berfoto. Mereka yang memuji di bahu jalan untuk menyaksikan parade kirab, langsung berebut untuk berselfie ria dengan Ganjar.

Alih-alih memasang wajah manis, Ganjar membalik berulah. Saat melayani warga berfoto, pria yang identik dengan rambut putihnya ini memasang wajah sangar dan menyeramkan. Aksi itu dilakukan untuk menyesuaikan kostum yang ia kenakan. Bukannya takut, aksi garang dan seram Ganjar itu malah membuat publik tertawa.

"Bapak, senyum untuk, jangan pasang wajah seram," celetuk salah satu warga sambil tertawa.

“Biar pasang tampang garang, tetap gantengnya ndak ilang,” jawab yang lain.

Acara Solo Batik Carnival sendiri berlangsung cukup meriah. Ratusan peserta terdiri dari anak-anak dan orang dewasa menari-nari di jalanan dengan kostum berwarna-warni, rampak dengan musik yang diputar.Lucunya lagi, ada beberapa peserta yang masih di bawah lima tahun. Tentu saja, tingkah mereka membuat para pengunjung termasuk peserta wisatawan luar negeri gemas.

“Kegiatan karnaval seperti ini selalu menjadi wisata menarik dan ditunggu wisatawan. Di Pekalongan juga ada acara seperti ini, tentu saja saya mendukung penuh kegiatan-kegiatan semacam ini sebagai upaya menarik wisatawan, ”kata Ganjar.

Selain meningkatkan wisatawan, kegiatan ini juga meningkatkan ekonomi kreatif dari masyarakat.

“Saya pikir setiap akhir pekan ada gelaran-gelaran ini di setiap daerah.Sehingga, para wisatawan memiliki banyak alternatif wisata yang disenangi, ”tegasnya.

Wisata budaya merupakan cara Jawa Tengah untuk meningkatkan kunjungan wisata. Sebab, tujuan, Jateng memiliki banyak tempat menarik yang layak dijual.

“Destinasi kita sudah bagus-bagus, tapi atraksinya masih kurang. Maka, gelaran-persetujuan semacam ini harus terus ditingkatkan, ”tandasnya.

Asia Tenggara

Sementara itu, Ketua Yayasan Solo Karnaval Batik, Lia Imelda mengatakan, gelaran Karnaval Batik Solo tahun ini mengambil tema Suvarna Bhumi Emas dari ASEAN. Menampilkan negara Asia Tenggara dihadirkan dalam gelaran itu.

“Kami menghadirkan 11 delegasi negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Filipina, Malaysia, Myanmar, Brunei Darussalam, Laos, Vietnam, Kamboja, Singapura dan Timor Leste. Dengan representasi 11 negara ASEAN itu, kami harap gelaran ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara, ”ucapnya.(mnr/hms-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment