SD Muhammadiyah 07 Butuh Volunteer Guru Olahraga
SD Muhammadiyah 07 Semarang hanya punya 31 Murid

By Redaksi SS 04 Jan 2019, 10:28:38 WIB Ragam
SD Muhammadiyah 07 Butuh Volunteer Guru Olahraga

Keterangan Gambar : SD Muhammadiyah 07 Semarang, jumlah siswa yang hanya 31 murid, sehingga tidak mampu mengangkat guru penjaskes (olahraga). SD yang ada di pusponjolo Semarang ini membutuhkan guru olahraga relawan yang mau berbagi ilmu untuk mendidik para siswa.


Semarangsekarang.com--Menghadapi ujian akhir nasional tingkat Sekolah Dasar (SD) pada April 2019 nanti, SD Muhammadiyah 07 masih menghadapi masalah cukup serius. Pasalnya tidak ada guru untuk mata pelajaran olahraga (penjaskes), sementara jumlah guru yang ada sekarang ini merupakan guru kelas yang tak memiliki basis mengajar olahraga.

Akibatnya, setiap pelajaran praktek olahraga dilakukan oleh guru kelas dengan kemampuan seadanya. Olahraga praktek-pun digabung menjadi satu mulai dari kelas 1 sampai 6, yang  jumlah total siswa hanya 31 murid saja.

“Saat ini saya butuh relawan guru olahraga yang lillahitaalah bisa membantu kami, masalahnya saya kasihan dengan anak-anak kelas enam yang mau ujian praktek nasional. Sementara kita tidak punya guru olahraga, selain itu kita punya kendala dengan anggaran yang minim sehingga tak memungkinkan untuk mengangkat guru penjaskes,” ungkap Diyah Wijayanti SPd, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 7 Semarang kepada semarangsekarang.com.

Kebutuhan mendesak saat ini memang guru olahraga, namun kendalanya anggaran dana. Sebab untuk operasionalpun SD saat ini saja sangat berat. Kini SD yang pernah menjadi sekolah favorit di Pusponjolo Tengah II No 23  ini hanya 31 siswa. Guru yang saat ini masih bertahan untuk mengajar pun karena memiliki motivasi tinggi untuk tetap mencerdaskan anak bangsa tanpa melihat gaji minim yang diterima. 

Sekolah ini memiiki 6 guru kelas, 1 guru agama, 1 guru Bahasa Inggris dan guru ekstra tari ditambah satu kepala sekolah, dan saat ini benar-benar membutuhkan volunteer (tenaga sukarela) yang bisa menjadi pengajar olahraga.

“Kita kasihan dengan anak kelas enam yang akan ujian, kita butuh guru olahraga, untuk ini kami harap ada  relawan yang mau meluangkan waktu untuk membantu, karena untuk membuka lowongan pekerjaan guru olahraga saat ini tidak memungkinkan. Karena anggaran sekolah saja sangat tipis untuk operasional pendidikan dan gaji guru yang ada saat ini,” tambah Diyah lagi.

Idealnya untuk mendukung operasional sekolah sebenarnya, tiap kelas setidaknya ada 25 murid. Maka pada tahun ajaran baru 2019/2020 nanti minimal ada target untuk penerimaan 25 murid. “Sejak sekarang agar sekolah ini tetap bisa eksis kita berusaha melakukan promosi ke TK-TK agar harapan mendapat 25 murid tercapai,” pungkas Dyah. (faf-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment