Semarang Award untuk Tokoh Pertempuran 5 Hari
Walikota Semarang memberikan penghargaan untuk 15 tokoh

By Redaksi SS 15 Okt 2019, 07:58:46 WIB Semarangan
Semarang Award untuk Tokoh Pertempuran 5 Hari

Keterangan Gambar : Aksi teaterikal yang melukiskan keheroikan para pejuang saat pertempuran Lima Hari di Semarang, Senin (14/10/2019). (foto: stp)


Semarangsekarang.com- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi beserta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Semarang memberikan penghargaan kepada 15 tokoh Pertempuran Lima Hari di Semarang, Senin (14/10/2019) petang setelah pelaksanaan upacara di Kawasan Tugu Muda.

Di antara 15 penerima penghargaan yang diberi nama Semarang Award tersebut, ada beberapa nama yang sudah tidak asing dikenal sebagai tokoh sentral Samarang waktu itu, yaitu dokter Kariadi dan Gubernur Wongsonegoro.

Kelima belas tokoh yang memerima penghargaan Semarang Awatd yakni, Dr Kariadi, Drg Soenarti, Wongsonegoro Soedijono Kartonegoro, Bambang Soebiandono, Darmono, Hetami, Agoeng Rachmad, Doel Samad, Iswanto, R Toermomo Hadiwijoyo, Djoes'an, Soelijah, Hasan Noerhadi, Sukinah dan Singgih Prayitno

Tokoh-tokoh yang telah meninggal diwakili oleh keluarga. Namun, ada sejumlah tokoh yang namanya disebut langsung hadir pada peringatan pertempuran 5 hari di Semarang menerima Semarang Award.

"Kami bekerjasama dengan Ikatan Alumni Fakultas Ilmu Budaya Undip  melakukan penelitian dalam menentukan tokoh siapa saja yang  menerima penghargaan itu," ungkap Hendrar Prihadi.

Hendi, sapaan akrab wali kota itu mengatakan, sebanyak 15 nama yang kali ini disebut dan mendapatkan penghargaan diharapkan mewakili ribuan nama yang terlibat dalam Pertempuran Lima Hari di Semarang. 

Tahun selanjutnya, Hendi berharap akan menemukan nama-nama lain yang tidak kalah berperan dalam kemerdekaan di Kota Semarang.

Hendi mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada para pejuang yang menerima Semarang Award. Dia berpesan kepada generasi muda agar melanjutkan apa yang dicita-citakan para pejuang.

"Sudah jelas, kalau ada orang yang merongrong NKRI dan Pancasila berarti wong ndeso. Sekarang tidak usah berdebat. Mari kita isi NKRI dengan pembangunan," pungkas Hendi.

Peringatan pertempuran lima hari di Semarang juga diwarnai dengan teaterikal yang melukiskan peristiwa heroik yang terjadi di Kota Semarang, khususnya di sekitar Lawangsewu. (stp-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment