Semarang Terus Kembangkan Destinasi Wisata
Dari diskusi panggung civil society

By Redaksi SS 23 Jan 2020, 21:22:37 WIB Semarangan
Semarang Terus Kembangkan Destinasi Wisata

Keterangan Gambar : Para narasumber di diskusi civil society dengan tema Menyukseskan Pariwisata Semarang di Era MO, Kamis (23/01/2020).


Semarangsekarang.com -Konsep pariwisata di Kota Semarang mesti memperhatikan aspek keberlanjutan. Sebab, sayang jika tingkat kunjung wisatawan hanya bersifat sementara sehingga perlu kreativitas, inovasi dalam upaya keberlanjutan. Dan, dalam meningkatkan kunjungan pariwasata perlu upaya kerja bareng dalam semangat mobilisasi, orkestrasi, dan co-kreasi.

Demikian mengemuka dalam Panggung Civil Society Membangun Indonesia Lebih Baik bertema “Menyukseskan Pariwisata Semarang di Era MO”, yang diselenggarakan radio Idola Semarang, Kamis (23/01/2020) pagi, di Ruang Olympia-Olivetti @HOM Hotel Semarang.

Hadir sebagai narasumber: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kasi Pengembangan Usaha Pariwisata Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Cahyo Danu Sukmono, Ekonom Undip Semarang Maruto Umar B, Wakil Ketua PHRI Jateng dan GM Star Hotel Semarang, Ketua STIEPARI Semarang Samtono, dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari.

Acara dipandu penyiar Nadia Ardiwinata.
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyatakan, perkembangan Kota Semarang bisa maju seperti sekarang ini karena kolaborasi dan dukungan banyak pihak. Ia menerapkan konsep bergerak bersama. Konsep kerja bersama antara satu lini dengan lini lain. Ia mencontohkan, dengan spirit itu, dampak dari pariwisata pun bisa dirasakan bersama-sama.

“Pertumbuhan hotel terus menggeliat. Rumah bisa jadi kos-kosan atau homestay. Juga restoran. Di tahun 2010, restoran hanya 400-an, sekarang sudah mencapai 1.500-an. Itu yang terdaftar, belum terdaftar,” ujarnya.

Selain itu Hendi , wisjuga mengungkapkankan saat ini sedang menjadi primadona penyumbang devisa di tengah lesunya ekonomi global. Tren wisata sejalan dengan pemerintah pusat. Sektor pariwisata secara nasional saat ini menyumbang devisa lebh banyak dari pada minyak bumi dan gas. Pada peringkat pertama disumbang oleh komoditas sawit.

Kedua, wisata, dan ketiga, minyak bumi dan gas. Hendi menambahkan, sumbangan PAD dari sektor pariwisata masuk 3 besar. Artinya, kemajuan terasa selama 4 tahun terakhir.  

“Ini sebuah kabar menggembirakan. Di Kota Semarang target kedatangan wisatawan tahun 2019 lalu tercapai yakni mencapai, 7,2 juta orang. Dan, ke depan ini akan terus ditingkatkan,” ujarnya.

Walikota menambahkan, tahun ini Pemkot Semarang akan menambah destinasi wisata baru, yakni Jembatan Kaca di kawasan Hutan wisata Tinjomoyo. Selain Pembangunan Jembatan Kaca, revitalisasi Kota Lama tahap dua, dan perbaikan Semarang Zoo juga diharapkan bisa menambah kunjungan Wisatawan.

Dalam upaya menjaga kesinambungan, Pemkot Semarang terus melakukan berbagai upaya dengan melibatkan pihak-pihak terkait. Sebab, ia mengakui, banyak tantangan dan PR yang dihadapi Kota Semarang.

“Semarang apa punya pantai bersih? Ndak ada. Semarang apa punya pasir putih? Ndak ada. Tapi Semarang punya semangat, gotong royong, bergerak bersama. Kita wujudkan destinasi-destinasi baru supaya banyak wisatawan yang datang,” ujarnya.

Angkat kampung tematik

Sementara itu, dalam upaya mengembangkan dunia wisata di Kota Semarang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang tahun ini akan fokus mengembangkan 8 Desa Wisata untuk objek wisata baru Kota Semarang. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Indriyasari mengatakan, saat ini sudah ada delapan desa wisata yang disahkan dengan SK Walikota dan juga ada  43 Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang sudah disahkan dengan SK Kadisbudpar.

“Di tahun 2020 ini, Dispudpar akan fokus mengangkat kampung tematik yang menjadi rintisan munculnya desa wisata yang mengangkat potensi lokal. Salah satunya desa wisata Batik Semarangan di Kelurahan Mangunharjo,” ujar Indriyasari. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment