Soal Freeport, Perhatikan Kepentingan Nasional
Renegoisasi pemerintah dengan Freeport

By Redaksi SS 09 Okt 2018, 10:29:35 WIB Nasional
Soal Freeport,  Perhatikan Kepentingan Nasional

Keterangan Gambar : Anggota MPR dari Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem), tak mudah melakukan negoisasi pemerintah dengan PT Freeport


Semarangsekarang.com--Johnny G Plate, anggota MPR dari Fraksi Partai Nasdem menyebut renegoisasi yang dilakukan oleh pemerintah kepada Freeport sebagai bentuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara menghormati investor asing. Soal Freeport, Johnny menyebut ada kepentingan nasional yang harus diperhatikan.

“Perlu tata kelola baru agar saham yang dimiliki pemerintah semakin besar”, ujarnya saat jumpa wartawan di Press Room, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, (08/10/2018).

Dalam diskusi dengan tema "Kuasai Mayoritas Saham Freeport, Pengelolaan Pertambangan Indonesia Berdaulat?", Johnny mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengambil alih Freeport. Langkah yang dilakukan dengan cara mekanisme komersiil disebut cara aman untuk menjaga kenyamanan investor asing dalam menanamkan investasinya di Indonesia. “Bukan dengan cara mekanisme politik. Mekanisme komersiil sejalan dengan upaya kita untuk membuka seluas-luasnya investasi asing,” papar pria asal Flores, Nusa Tenggara Timur, itu.

Masalah Freeport diakui merupakan masalah yang panjang sejak pembebasan Papua. Disebut tak mudah melakukan renegoisasi. Untuk itu dirinya memuji apa yang telah dilakukan oleh pemerintah saat ini. “Pemerintah secara sungguh-sungguh melakukan nasionalisasi terhadap sumber daya alam yang ada”,tandas Johnny.

Disebut langkah pemerintah itu tak hanya pada Freeport namun juga pada Blok Mahakam dan Blok Rokan, “Ini merupakan jawaban kepada publik terhadap keinginan untuk mengelola sendiri sumber daya alam yang ada, dengan demikian memberi manfaat bagi bangsa Indonesia,” jelasnya lagi. 

Johnny menyebut dari waktu ke waktu kebutuhan energi semakin meningkat, karena adanya pertumbuhan ekonomi. Selama ini energi yang ada dipenuhi dari fosil sehingga sumber energi fosil yang ada harus memerlukan pengelolaan yang bagus. Di tengah meningkatnya kebutuhan energi, bangsa ini memiliki keterbatasan produksi. Untuk mencukupi kebutuhan, Johnny mengakui perlu impor. Agar tak terlalu tergantung pada luar maka dirinya menyatakan perlu strategi, perlu memberi ruang, untuk mengeksplorasi sumber-sumber yang ada. (mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment