Software DV Xa Bisa Hemat Energi Lampu

By Redaksi SS 04 Sep 2019, 19:03:12 WIB Ragam
Software DV Xa Bisa Hemat Energi Lampu

Keterangan Gambar : Ketua Panitia Seminar, Mega Novita SSi MSi Nat Sci PhD.


Semarangsekarang.com- Para peneliti terus bekerja untuk mencari material yang pas dan sesuai dalam penerapan lampu pijar agar tidak boros dalam penyerapan energi. Oleh Karena itu Software DV Xa menjadi salah satu solusi mengatasi masalah menekan pemborosan energi.
Kesimpulan itu mengemuka dalam seminar internasional yang digelar oleh Universitas PGRI Semarang (UPGRIS)   bertajuk  ''The 7th International Conference on DV-Xα Method'' yang berlangsung di Hotel Grand Candi, Semarang, Rabu (4/9/2019)

Ketua Panitia Seminar Mega Novita SSi, MSi, Nat Sci, PhD mengatakan  seminar ini bertujuan untuk memperkenalkan software DV-Xα untuk menekan pemborosan energi, lalu bagaimana mencari alternatif energi paling efisien bagi kehidupan manusia terutama energi yang tidak terbarukan.
Menurut Mega, software ini yang sudah dikembangkan semenjak tahun 1978 di Jepang , awalnya namanya  DV, yang dikembangkan di jepang, kemudian berubah nama lagi menjadi DV Xa 

"Software DV-Xa sudah melalui berbagai tahapan hingga saat ini terus dikembangkan oleh para peneliti untuk menciptakan produk yang dapat menekan pemborosan energi.  Misalnya saja bagaimana mencari material lampu LED yang dapat diaplikasikan di dunia industri yang lebih hemat energi" kata Mega.

Ia juga menjelaskan Indonesia merupakan satu-satunya negara di Asia yang menjadi anggota asosiasi DV-Xa ini. Oleh karena itu, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan seminar internasional ini. 
"Kebetulan saya merupakan satu-satunya member dari Asia dan UPGRIS ditunjuk sebagai tuan rumah. Kami berharap seminar ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,'' kata Mega.

Wakil Rektor I UPGRIS Dr Sri Suciati MHum mengatakan seminar internasional material sains itu secara bergiliran dilaksanakan di berbagai negara seperti Jepang, Korea Utara, Estonia dan berbagai negara lain. Kegiatan ini sempat  6 tahun kosong dan kali ini berhasil diselenggarakan di Indonesia.  

"UPGRIS menjadi tuan rumah dan salah satu dosen kami yakni bu Mega Novita menjadi salah tu anggota asosiasi. Ini juga menjadi catatan tersendiri bagi UPGRIS karena berhasil menyelenggarakan seminar internasional tentang material sains," kata Sri.

Para pembicara yang hadir antara lain Prof Ferdy S Rondonuwu (UKSW Salatiga), Prof Mikhail G Brik (University of Tartu, Estonia), Prof Deox Yong Cho (Chonbuk National University, South Korea) dan Prof Tomohiko Ishii (Kagawa University, Jepang).

Profesor Tomohiko Ishi dari Jepang mengaku senang bisa datang ke Semarang karena tidak hanya untuk mengikuti seminar namun juga bisa menikmati keindahan Kota Semarang bersama 8 mahasiswa dari Kagawa University Jepang
Dalam seminar ini, profesor Ishi membawakan makalah tentang raw sugar, raw sugar ini bebeda dengan gula yang biasa, rendah kalori, tidak bisa gemuk, juga bisa membunuh sel kanker, dia lebih baik daripada gula biasa. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment