Spiderwoman, Sudah Berlatih Sejak Sekolah Dasar
Aries Susanti Rahayu, peraih dua emas Asian Games

By Redaksi SS 28 Agu 2018, 12:36:15 WIB Olahraga
Spiderwoman, Sudah Berlatih Sejak Sekolah Dasar

Keterangan Gambar : Aries Susanti Rahayu saat berlaga di ajang bergengsi Kejuaraan Dunia Panjat Tebing di China Mei 2018 lalu. (dok: instagram.com/aries_susanti)


Semarangsekarang.com—Namanya baru bergaung sebagai atlit memang belum lama. Padahal sepakterjangnya di dunia panjat tebing vertikal ini suda banyak dikenal dikalangan pecinta olahraga panjang yang berada di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).

 Namanya seolah baru mencuat kala perempuan asal Desa Taruman Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan Jawa Tengah saat dirinya menjadi juara dengan raihan medali emas di ajang International Federation of Sport Climbing (IFSC) yang dihelat Chongqing China pada Mei 2018.

Saat itu dia yang memiliki tinggi badan 157 cm dengan berat badan 57 kg, menjadi kampiun di nomor speed (kecepatan), dengan mengalahkan pemanjat andalan negara Rusia, Elena Timofeeva. Di partai final ini dia mencatatkan waktu 7,51 detik, pada kejuaraan dunia panjat tebing. Sebelumnya pada tahun 2017 juga mengikuti kejuaraan yang sama hanya saja belum mampu menjadi yang terbaik.

Nama gadis berusia 23 tahun yang kini dijuluki “laba-laba wanita” ini bernama Aries Susanti Rahayu. Bahkan atlit ini makin bersinar usai meraup dua emas di gelaran Asian Games 2018 yang digelar di kawasan olahraga Jakabaring Palembang, untuk nomor speed climbing perorangan putri dan nomor speed climbing beregu putri bersama Rajiah Salsabillah dan Puji Lestari.

Dengan kehebatannya tersebut makin menasbihkan Ayu (panggilan akrabnya) sebagai spiderwoman. Dengan julukan sebagai pemanjat tercepat ini dia mengaku tidak berlatih olahraga panjat memanjat ini hanya dalam kurun satu atau dua tahun saja. Dia mengaku sudah berlatih sejak di bangku Sekolah Dasar.

“Kita bisa mempersembahkan prestasi semacam ini tidak melalui latihan jangka pendek, melainkan sudah bertahun-tahun. Bahkan sejak usia sekolah dasar,”ungkap Ayu kepada awak media usai memenangi medali emas perorangan putri.

Ayu sendiri saat ini terus berkonsentrasi untuk mengikuti berbagai ajang dunia panjat tebing di bawah IFSC maupun FPTI. Baginya olahraga yang mengandalkan kecepatan, ketepatan dan kejelian serta kekuatan otot dan konsentrasi ini sudah menjadi bagian dari hidupnya. Target selanjutnya dia ingin menjadi yang terbaik di ajang Olympiade.

Tekadnya untuk terus berprestasi di climbing ini dibuktikan dengan dia rela keluar dari bangku kuliahnya demi kepuasaan olahraga yang awalnya hanya sebagai hobi saja. Anak dari pasangan Sanjaya dan Maryati kelahiran 21 Maret 1995 ini senantiasa memakai hijab saat bertanding ini sebenarnya sempat mengenyam bangku kuliah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) di Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen bisnis hingga semester III. (faf-SS) 




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment