Sutopo PN Berharap Warga Jateng Waspada Bencana
Di rilis peta pergerakan tanah di Jawa Tengah

By Redaksi SS 04 Des 2018, 11:40:17 WIB Semarangan
Sutopo PN Berharap Warga Jateng Waspada Bencana

Keterangan Gambar : Peta prakiraan wilayah terjadinya gerakan tanah pada Bulan Desember 2018 Provinsi Jawa Tengah, yang dikeluarkan oleh PVMBG Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi.


Semarangsekarang.com--Musim hujan yang mulai terjadi pada dua minggu terakhir ini menunjukan intensitas tinggi dan peningkatan yang signifikan. Termasuk yang terjadi di Kota Semarang pada hari Senin (3/12/2018), hujan yang mulai turun sekitar pukul 13.30 hingga malam hari tersebut membuat sejumlah titik jalan-jalan protokol tergenang air, variasi banjirnya berkisar 10 hingga 80 sentimeter.

Tak hanya banjir, sejumlah pohon di pinggir jalan juga banyak yang tumbang karena angin kencang yang menyertai hujan lebat. Seperti yang terjadi di jalan arteri utara Semarang dekat dengan Hotel Puri Garden. Kemudian di jalan pamularsih serta di jalan Madukoro serta sejumlah tempat lainnya.

Sementara sebuah hotel di kawasan Depok Semarang juga mengalami atap ambrol akibat tak mampu menahan luapan air hujan, padahal di ruang tersebut sedang ada rapat, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja ruang rapat tidak akan bisa digunakan untuk sementara waktu.

Banjir sendiri terjadi di Kaligawe, Genuk, kawasan Banowati, Jalan MT Haryono, Simpang Lima, Bubakan, stasiun Tawang, Jalan Mpu Tantular serta beberapa tempat lain yang berada di tempat rendah.Bisa dikatakan  Hampir seluruh tempat yang menjadi langganan banjir pada Senin (3/12/2018) terendam air.

Bahkan dari pantauan semarangsekarang.com  genangan air banjir hingga saat ini Selasa, (4/12/2018) masih terlihat di daerah Tanjung Emas Semarang, Bundaran Bubakan dan Jalan Kaligawe serta daerah di Kelurahan Genuk Semarang. Namun pagi ini pihak pemerintah Kota Semarang sudah mengerahkan pompa-poma air di beberapa titik untuk menyedot genangan air tersebut.  

Puji warga dan pimpinan

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), juga berharap meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya cuaca ekstrem pada awal musim penghujan ini. Peran serta masyarakat untuk menjaga diri perlu ditingkatkan.

Dalam twitter Sutopo_PN yang kemudian di re-twitt oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sutopo mengingatkan kepada masyarakat Jawa Tengah akan bahayanya daerah-daerah ditempat yang tinggi terutama di daerah zona merah.

@Sutopo_PN “Masyarakat Jawa Tengah yang tinggal  di daerah bahaya tinggi dari longsor (warna merah), dihimbau meningkatkan kewaspadaan dari longsor selama Desember 2018. Saat hujan deras waspadalah. Lakukan pemantauan lingkungan anda. BPBD diminta meningkatkan sosialisasi”.

Dalam ciutan lainnya, Sutopo juga memuji penanganan pemerintah provinsi Jawa Tengah dan pemerintah Kota Semarang.

@Sutopo_PN “Di Semarang banjir seperti ini saja (banjir pada Senin, (3/12/2018) Gubernur, aparat, warga & netizennya adem. Masih bisa tertawa dan hidup harmoni dengan banjir. Suasana tetap akrab rukun dan informasinya saling melengkapi. Coba kalau hal ini juga bisa berlaku di banjir Jakarta, alangkah ademnya hidup ini”. Sembari diperlihatkan video suasana banjir di Jalan Simongan dekat dengan tempat wisata Sam Poo Kong Semarang.

Kemudian hal itu mendapat tanggapan dari netizen @wijayaandi “Ga jaman pak salah2an di Semarang, mending gotong royong biar cepet surut banjirnya,” (faf-SS)  




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment