Tidur di Gudang Konveksi Hingga Jadi Guru Ngaji
Abdul Ghofar, Kepala Pelangi Resource Center

By Redaksi SS 30 Jan 2020, 12:46:05 WIB Tokoh / Profil
Tidur di Gudang Konveksi Hingga Jadi Guru Ngaji

Keterangan Gambar : Abdul Ghofar, juga menjabat Sekretaris tim ahli BNSP Pendidikan Khusus Jakarta..


Semarangsekarang.com  Orang bijakselalu mengingatkan,  hasil tak pernah mengingkari jerih payah dan perjuangan. Itulah, pelajaran bijak yang bisa dipetik dari perjalanan dan perjuangan hidup seorang Abdul Ghofar (42 tahun). Kepala Pelangi Resource Center di Sekolah Lazuardi, Cinere Depok, Jawa Barat.   Juga      Trainer Terapis dan   guru pembimbing khusus.  Terapis Okupasi anak dan Praktisi terapi Thibbun Nabawi.  

Namun, semua  itu   tidak didapat dengan gampang, tetapi butuh keuletan dan kerja keras. Berbekal cita-cita ingin menjadi orang yang berguna,  Bapak dua anak asal Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, ini melanjutkan Pendidikan SLTA di Sekolah Perawat Kesehatan (SPK)  Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Selepas SPK, Ghofar   bekerja di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan. 

Menjadi perawat, tidak membuatnya berpuas diri. Sebaliknya, pria kelahiran Pekalongan, 30 Januari 1978, ini  ingin meraih  cita-cita yang lebih tinggi yaitu menjadi dokter. Sayang,  saat itu  lulusan SPK tidak bisa diterima di Fakultas Kedokteran.     Ghofar pun mencari kampus yang bergerak dalam bidang kesehatan namun menerima lulusan SPK.  Dan masuklah  Abdul Ghofar di diploma 3 Rehabilitasi medik FKUI jurusan Okupasi terapi. 

“Saya berasal dari keluarga sederhana di Pekalongan. Ketika melanjutkan kuliah    ibu saya    harus merelakan perhiasannnya untuk membiayai kuliah,  yang  terbilang cukup mahal,” kata Ghofar pada semarangsekarang.com beberapa waktu lalu. 

Ghofar merasa, ia tidak mungkin selalu bergantung pada orangtuanya. Anak pasangan   H.Sugimin Fauzan dan Hj.Kustantinijah, ini berusaha mandiri dalam mencukupi kebutuhannya. Untuk  itu ia rela  tinggal di gudang,  di antara tumpukkan kain di tanah abang. Sembari kuliah   Ghofar   menggelar dagangan untuk berjualan batik. Sampai  akhirnya  ia bertemu   seorang pedagang dari  Makassar yang memesan batik dua kodi setiap minggu. 

Tidak hanya itu, saat indekost pemilik nya mengetahui Abdul Ghofar pandai membaca Al Quran, ia   diminta   menjadi imam sholat bahkan imam tarawih selama bulan Ramdhan,  bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Bahkan,  Ghofar tetap tinggal dirumahnya   hingga   lulus kuliah. 

Setelah merampungkan   program sarjana (S1) Jurusan Pendidikan Khusus   di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melalui program beasiswa Gubernur Jawa Barat (kang Aher) kini  Ghofar tengah menyelesaikan  S2 Magister Hukum, di Universitas Pamulang (Unpam). Itu dilakukan dengan tujuan  agar bisa  membantu mengadvokasi dalam mengimplementasikan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Apalagi, kini dia juga dipercaya menjadi  Sekretaris Tim Ahli Badan Nasional Standar  Pendidikan (BNSP) Pendidikan Khusus Jakarta. (indarini-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment