Toko Maganol Eksis Jual Layangan Hingga Kini
Sudah berjualan sejak tahun 70-an

By Redaksi SS 04 Sep 2019, 19:21:32 WIB Semarangan
Toko Maganol Eksis Jual Layangan Hingga Kini

Keterangan Gambar : Toko Maganol (legend) di Jl MT Haryono Semarang masih eksis jual aneka layang-layang. (fotp: zykka)


Semarangsekarang.com  -- Layangan atau awam lebih kenal dengan mainan layang-layang merupakan salah satu dari ratusan permainan anak-anak tempo dulu, yang hingga kini meskipun tidak sebanyak tahun 70an hingga 90an, namun masih ada yang memainkan atau menerbangkan.

Mainan yang terbuat dari rangkaian potongan kecil bambu yang di kaitkan dengan tali dan ditutupi kertas khusus tersebut meeupakan permainan yang bisa dimainkan siapa pun.

Sesuai perkembangan dan adanya perubahan menuju era permainan digital nyatanya tidak lantas tergerus begitu saja, Nyatanya eksistensi Layang layang sebagai sebuah mainan yang menarik di kalangan anak-anak di tahun 2019 ini masih saja ada. Meskipun tidak seramai dizamannya.

Di Semarang masih ada toko Maganol, berasal dari angka 530 yang merupakan salahsatu merek layang-layang yang terpampang tulisan angka "530" dan terkenal andal dan sangat enak digunakan untuk manuver saat dimainkan.

"Masih banyak yang nyari mas. Anak-anak juga masih banyak memainkannya. Bahkan ada juga orang dewasa yang masih beli di sini," ujar Fanny Setyawati, yang merupajkan generasi kedua penjual layang-layang dan atribut lainnya di Toko Maganol, Rabu (4/9/2019)

Toko Maganol, yang ada di jalan MT Haryono Semarang ini merupakan toko yang sampai saat ini masih menjual layang-layang. Bahkan tak hanya layang-layang, toko ini pun menjual aneka benang dan senar berbagai tipe.

Kini berbagai bentuk layang-layang nampak terpajang di Toko Maganol. Mulai layang-layang biasa berbentuk bujursangkar aneka warna dan gambar, juga terdapat layangan hias berbagai bentuk.

"Kalau layangan hias ada yang berbentuk kupu-kupu, burung Cendrawasi, dan bentuk lainnya. Gambar-gambarnya juga macam-macan, seperti gambar, Batman, Kuda Poni, dan lainnya," imbuh Fanny.

Dari luar kota

Fany menceritakan, Toko Maganol sendiri telah buka dari tahun 1970-an. Saat itu, sang kakeklah yang merintis dalam membuka toko yang menjual layang-layang. Hingga saat ini pun Toko yang terletak di Jalan MT Haryono No 530 Sarirejo Semarang masih kerap disambangi pembeli layangan dari luar kota.

"Dulu jualannya bukan langsung layang-layang. Karena nggak ramai terus gantilah jualan layangan sampai sekarang. Kalau pembeli luar kota biasanya pas berkunjung Semarang, lalu mau beli mainan untuk anak-anaknya, terus mampir ke sini," katanya.

Dia pun menyebutkan, layang-layang yang dijual di toko Maganol beraneka harga, mulai layangan biasa berbentuk jajargenjang ukuran kecil dijual dengan harga Rp 500. Adapun lainnya juga ada yang dijual seharga Rp 100 ribu.

"Kalau layang-layang hias harga paling mahal Rp 200 ribu. Untuk yang ini bahannya kain khusus, dan di sablon. Jadi harganya agak mahal," sebutnya.

Selain layan-layang, Toko Magannol pun juga menjual aneka senar dan benang layang. Mulai yang biasa hingga senar gelasan. Harganya pun juga variasi. Harganya antara seribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung kualitas, merk, dan panjangnya.

"Kita senar paling murah Rp 1500. Paling mahal hingga ratusan ribu. Yang paling banyak dicari itu merk Hiu dan Pinokio," terangnya.

"Jadi kalau ada anak-anak mau mainkan layangan bawa uang Rp 2 ribu aja sudah dapat satu layangan dan senar ukuran kecil," tutupnya. (zykka-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment