TPU Jatisari, Tempat Pemakaman Korban Bencana
Termasuk jenazah korban Covid-19

By Redaksi SS 17 Apr 2020, 13:23:25 WIB Semarangan
TPU Jatisari, Tempat Pemakaman Korban Bencana

Keterangan Gambar : Kepala Kecamatan Mijen, Agus Junaedi, Kapolsek Mijen Ady Pratilkto, Kepala Puskesmas Mijen, Masfufah. Didampingi Kepala Kelurahan Jatisari dan perwakilan Koramil Mijen saat memberikan penjelasan seputar pemakaman jenazah covid-19 yang dimakamkan di TPU Jatisari, Jumat (17/4/2020) pagi.


Semarangsekarang.com - Setelah mendapatkan penjelasan dari jajaran Muspika dan keterangan dari Kepala Puskesmas Mijen.  Warga RW 1 Kelurahan Jatisari Kecamatan Mijen Kota Semarang menerima Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari yang  terletak di wilayah RW 1 menjadi tempat pemakaman korban bencana  non alam, covid-19.

"Mendengar penjelasan dan keterangan pihak terkait, maka warga RW 1 Kelurahan Jatisari tidak ada masalah makam TPU Jatisari dijadikan tempat pemakaman jenazah korban covid-19," kata Ngadimin, Ketua RW 1 Kelurahan Jatisari, di aula Keluraham Jatisari, Mijen, Jumat (17/4/2020) pagi.

Sebelumnya pada kesempatan yang sama, Kepala Kecamatan Mijen, Agus Junaedi, menandaskan bahwa secara umum pemakaman  jenazah korban covid-19 yang dimakamkan tersebut sudah sesuai prosedur, jadi ada yang perlu dikhawatirkan. 

Agus  yang dikelomenambahkan, bahwa TPU milik pemerintah Kota Semarang ini, diperuntukan untuk pemakaman korban bencana. Baik bencana alam, korban orang tak dikenal. Termasuk korban bencana non alam covid-19, pendemi yang saat ini tengah melanda seluruh dunia. 

"Jadi saya berharap masyarakat Mijen tidak perlu resah, panik dan tidak melakukan penolakan pemakaman jenazah di TPU Jatisari. Yang merupakan milik pemerintah Kota Semarang.,"  harap Agus Junaedi, saat bersilaturahmi dengan pengurus RT 1-5 dan RW 1 Jatisari.

Selain itu, Kepala Puskesmas Mijen, Masfufah, juga mengatakan bahwa jenazah covid-19 memang belum boleh didekati,  jika belum dilakukan pemulasaraan jenazah sesuai prosedur yang ditetapkan.

"Namun untuk Jenazah covid-19 yang sudah dilakukan pemulasaraan jenazah dan jika telah dimakamkan tidak akan mencemari tanah atau air disekitarnya apalagi menulari orang lain.
Apalagi jenazahnya dilakukan dengan beberapa lapisan sebelum dimakamkan sehingga sangat kecil kemungkinan untuk terjadi kebocoran,"papar Masfufah.

Bangga pada warga Mijen

Sementara itu Kapolsek Mijen, Adi Pratikto, merasa bangga dan mengaku trenyuh, bahwa warga RW 1 ternyata memiliki rasa empati yang luar biasa. Karena mau menerima keberadaan TPU Jatisari sebagai makam covid-19.

"Saya harus bangga dan men-support bahwa kecamatan Mijen dan  warga kelurahan Jatisari masyarakat memiliki rasa tepo sliro, sehingga tidak terhadi penolakan jenazah covid dari luar kecanatan Mijen di Kota Semarang," ungkap Ady.

Selain itu Kapolsek juga siap menerima  unek-unek dari warga agar bisa membantu menuntaskan segala persoalan. 
Apalagi dengan
situasi Mijen yang kondusif ini tetap perlu dijaga. Ditambah lagi masyarakatnya sudah mengetahui dan teredukasi soal pemakaman covid-19 di Jatisari.  (faf-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment