Usai MXGP, Hendi Ingin Semarang Gelar MotoGP

By Redaksi SS 08 Jul 2018, 19:21:06 WIB Semarangan
Usai MXGP, Hendi Ingin Semarang Gelar MotoGP

Keterangan Gambar : Hendrar Prihadi, Walikota Semarang, saat menyalami salahsatu pembalap MXGP menjelang balapan di Sirkuit BSB City Mijen Semarang.


Semarangsekarang.com--Galaran Motocross Grand Prix (MXGP) Seri ke-13 di Kota Semarang pada 6-8 Juli 2018 bisa dibilang sukses. Ini bisa dilihat dari penonton yang datang ke sirkuit internasional motocross BSB City Mijen Semarang, ajang ini merupakan kali pertama di Kota Semarang, tapi respon penonton yang datang bisa dibilang cukup signifikan. Tiket yang disediakan panitia ludes. Terlihat lebih dari 70 ribu penonton memadati arena sirkuit motocross di Mijen, lebih banyak dari prediksi awal penyelenggara sekitar 50 ribu.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, baik dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), ataupun juga dari federasi olahraga motor dunia, FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) atas komitmen Kota Semarang dalam penyelenggaraan kegiatan balap motor bertaraf internasional.

Tak ingin kehilangan momentum, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi langsung mengajukan Kota Semarang untuk dapat dipertimbangkan sebagai tuan rumah balapan motor roadrace MotoGP yang juga berada di bawah naungan FIM. Hal tersebut tersirat dari perkataan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu saat memberikan sambutan dalam seremoni pembukaan MXGP di Kota Semarang, Minggu (8/7/2018). 

"Perlu kami sampaikan bahwa di seberang sirkuit motocross ini, kami sedang membangun sirkuit track aspal yang siap untuk menggelar balapan internasional", tegasnya di hadapan perwakilan FIM, IMI, dan seluruh tim pabrikan.

Ketika ditanya lebih jauh, apakah balapan motor aspal internasional yang dimaksudnya adalah MotoGP, Hendi tampak belum ingin mengungkapkan secara spesifik. "Diskusi saya kepada ketua IMI dan FIM adalah bahwa kita punya sirkuit aspal kelas internasional, sehingga kami berharap juga bisa ditunjuk sebagai tuan rumah event balap motor aspal internasional", tuturnya.

"Saya ingin semuanya matang, kami ajukan dulu sirkuit aspal yang kami miliki ini memadai atau tidak kepada FIM, baru nanti kita bisa bicara lebih lanjut", tegas Hendi.

Namun meskipun Hendi belum ingin mengungkap secara spesifik, sulit untuk tak merujuk balapan aspal yang dimaksudnya adalah MotoGP. Pasalnya MotoGP saat ini sedang dalam proses penambahan seri balapan dari yang semula 18 menjadi 20. Seri ke-19 sendiri secara resmi telah menjadi milik Thailand dengan ditunjuknya sirkuit Buriram sebagai salah satu tuan rumah MotoGP mulai tahun 2018 ini.

Indonesia sendiri berpeluang besar mengisi slot ke-20 setelah Dorna Sport (penyelenggara MotoGP) dalam berbagai kesempatan mengatakan bahwa Indonesia diprioritaskan untuk menjadi salah satu destinasi dalam kejuaraan MotoGP.

Bagi Kota Semarang sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah MotoGP bukanlah pekerjaan mudah. Namun optimisme muncul melihat dari berbagai daerah yang menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah MotoGP seperti Sentul (Bogor), Jakabaring (Palembang), Mandalika (NTB), serta Lido (Sukabumi), barulah Sirkuit Sentul Bogor dan Sirkuit Mijen Semarang yang siap secara fisik.

Peluang sirkuit balap internasional di Mijen Kota Semarang pun semakin besar mengingat bila dibandingkan dengan Sirkuit Sentul yang dikelola oleh swasta, Sirkuit Mijen yang dikelola oleh Pemerintah Daerah memudahkan Pemerintah Pusat untuk memberikan dukungan guna penyelenggaraan MotoGP di Indonesia. 

Faktor ini bisa menjadi penentu Kota Semarang menjadi tuan rumah MotoGP, lantaran Sirkuit Sentul yang dikelola oleh pihak swasta tidak bisa menerima bantuan dana langsung dari APBN. (mnr/mbd-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment