Walikota Semarang di Coklit oleh KPU
Coklit serentak pilwakot 2020

By Redaksi SS 18 Jul 2020, 19:01:30 WIB Semarangan
Walikota Semarang di Coklit oleh KPU

Keterangan Gambar : Walikota Semarang Hendrar Prihadi melihat salunan surat check list.  (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih terhadap Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Sabtu (18/07/2020) siang.

Pencocokan dan penelitian data pemilih berlangsung di kediaman pribadi walikota di Kecamatan Gajah Mungkur, walikota yang biasa disapa Hendi ini didampingi istri menerima kedatangan petugas dari KPU Kota Semarang dan dari Bawaslu Kota Semarang.

Tidak kurang dari 5 menit, proses coklit dilakukan dan Hendi menerima salinan surat checklist sebagai tanda telah diproses datanya sesuai KTP dan kartu keluarga (KK). 

Selain Hendi dan istri, dua anaknya pun ikut  terdata sebagai pemilih dalam pemilu kepala daerah yang akan digelar 9 Desember 2020 mendatang.

“Coklit di rumah kami berjalan baik, kebetulan anak kami sudah ada yang bisa ikut pemilu terutama anak pertama dan kedua. Mudah-mudahan hal ini juga berjalan lancar di seluruh warga Semarang yang sudah punya hak pilih,” katanya.

Tidak lupa dalam kesempatan tersebut, Hendi mengimbau kepada warga yang sudah memiliki hak pilih untuk menggunakan kewajibannya dalam pilkada dengan datang ke TPS. 

Kesuksesan pilwakot di Semarang salah satunya selain aman, jujur, lancar, adil dan sehat adalah tingkat partisipasi masyarakat datang ke TPS menggunakan hak pilih.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Semarang Henry Casandra Gultom mengatakan, dari kegiatan coklit serentak tersebut nantinya akan dicocokan semua datanya untuk dilakukan rekapitulasi.

“Dari coklit ini nantinya kita bisa mencatat, merubah, menambah, dan menghapus jika nantinya ada data yang kurang valid, sehingga dalam proses ini diharapkan ada pembetulan. Sehingga dari hasil rekapitulasi ini nanti bisa keluar produk hukum bernama daftar pemilih sementara,” katanya.

Disinggung soal alur pencoblosan saat hari H, Henry menjelaskan, kalau pihaknya masih menunggu petunjuk dari KPU pusat. Namun, diperkirakan jika pada pelaksanaannya nanti akan mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan kondisi pandemi saat ini.

“Melalui 3.447 TPS dan jumlah pemilih 1,2 juta, protokol kesehatan pada hari H masih mengacu pada pengaturan jarak, sterilisasi, dan pakai sarung tangan sekali pakai. Kalau untuk simulasinya masih menunggu KPU RI, tapi yang jelas nanti di TPS akan disediakan tempat cuci tangan,” katanya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment