18 Rumah Rusak Akibat Tanah Longsor
Tidak ada korban jiwa

By Redaksi SS 11 Feb 2021, 19:37:55 WIB Semarangan
18 Rumah Rusak Akibat Tanah Longsor

Keterangan Gambar : Selain merusak rumah, tanah longsor juga merusak akses jalan paving milik warga Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Semarang. (foto: subagyo/SS)


Semarangsekarang.com - Tanah labil di RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati, menyebabkan longsor. Ada 18 bangunan rumah warga yang retak-retak dan ambles, selama dua minggu yang lalu. Jumlah rumah yang terdampak tanah labil di wilayah itu, kini kian bertambah menjadi 23 unit rumah.

Warga RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Sugijono menceritakan, rumahnya roboh, Sabtu (6/2/2021) lalu saat hujan deras mengguyur Kota Semarang. Dan kini, dia bersama istrinya tinggal di tenda yang tidak jauh dari rumahnya yang telah roboh. Sementara, anaknya diungsikan ke tempat saudaranya. 

"Warga sudah melakukan gotong royong membuat tempat untuk menumpuk barang-barang dan buat tidur, tapi masih belum cukup. Akhirnya, warga membuat tenda," ungkap Sugijono, Kamis (11/02/2021).

Menurutnya, peristiwa serupa sempat terjadi pada delapan tahun lalu, tepatnya pada tahun 2013 silam. Faktornya, selokan air tidak berfungsi dengan baik. 

Dia berharap, pemerintah bisa memikirkan warga yang terdampak terutama masalah tempat tinggal. Mayoritas warga tetap ingin tinggal di wilayah itu karena satu-satunya tempat yang dimiliki. Warga juga sudah merasa nyaman tinggal di wilayah tersebut. Terlebih lagi, rumah itu merupakan satu-satunya aset yang dimiliki. 

"Kami sudah dapat berbagai bantuan. Ada sembako, pakaian layak pakai, obat-obatan. Makanan sudah tercukupi. Hanya, tempat tinggal yang menjadi tumpuan kami," katanya.

Ketua Panitia Penanggulangan Bencana RT 6 RW 10 Trangkil Baru, Toni menyampaikan, warga yang rumahnya rusak akibat pergeseran tanah labil dan longsor saat ini tinggal di rumah tentangga yang bisa ditempati dan bisa untuk menampung tetangga korban tanah longsor. 

Tak ada korban jiwa

Sementara, barang-barang mereka dititipkan ke saudara masing-masing. Dua tenda dari Kementrian Sosial juga telah didirikan sebagai tempat tinggal warga. 

Dapur umum telah dibuat untuk mencukupi kebutuhan makan warga yang terdampak bencana. Namun demikian, Dia masih bisa bersyukur, bantuan cukup mengalir dari berbagai pihak. 

"Sembako sudah cukup banyak yang masuk. Sedangkan yang masih kurang vitamin dan susu untuk anak-anak," ujarnya. 

Toni menyebutkan, tidak ada satu korban pun kejadian 23 rumah yang runtuh. Warga sudah antisipasi lebih dini dengan meninggalkan rumah saat mengetahui bangunan mulai retak-retak. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment