38 Ponpes Terima Pembagian Satu Ton Telor
Peringati Hari Santri Nasional

By Redaksi SS 22 Okt 2021, 17:13:44 WIB Ragam
38 Ponpes Terima Pembagian Satu Ton Telor

Keterangan Gambar : Sekretaris Dinas Pertanian kota Semarang, Shotiah saat secara simbolis memberikan telor kepada santri dalam peringatan hari santri yang berlangsung di halaman parkir Ruko Semawis, Kedungmundu, Kota Semarang, Jumat (22/10/2021). (foto: wahid)


Semarangsekarang.com - Peringatan Hari Santri di Kota Semarang ditandai dengan pembagian telor kepada 38 pondok pesantren (ponpes) dengan total satu ton telur dan pembagian beasiswa kepada 100 santri. Kegiatan yang berlangsung di Halaman Parkir Ruko Semawis A8, Kedungmundu, Kota semarang yang  mendapatkan respon positif dari masyarakat.

Kepala Cabang Nurul Hayat kota Semarang, Arfanu mengatakan kegiatan hari santri dari Yayasan Nurul Hayat kota Semarang ini membagikan satu ton untuk ponpes dan duafa dilingkungan pesantren dan kantor. Selain itu pembagian beasiswa untuk anak-anak yatim yang tinggal di pondok. 

“Jadi kegiatan ini ada dua beasiswa yakni mereka yang tidak di pondok 643 juta di tahun 2021 ini  dan juga ada kuota 10 untuk masing-masing santri yang tinggal di pondok, masing-masing Rp 13 juta,” katanya.

Arfanu mengaku biasanya dalam memperingati hari santri dengan membagikan sembako tetapi pada peringatan hari ini karena peternak ayam mengalami musibah akibatnya harga telor mengalami anjlok harganya dan harga pakan yang tinggi sehingga ingin berkontribusi membantu peternak dengan cara membeli telornmya dengan harga diatas harga ketika menjual telor.

“Kami ingin membantu saudara kita dengan cara membeli telor dengan harga diatas seperti harga biasa, sehingga saling menguntungkan,” tambahnya.

Sekretaris Dinas Pertanian, Shotiah, mengatakan dengan adanya peringatan hari Santri ini tentunya sangat membantu sakali bagi peternak ayam karena telornya bisa dibeli dengan harga yang layak. Shotiah mengaku dengan dampak pandemic ini sangat luar biasa dampaknya terhadap petani petelor sehingga harganya turun karena dampak PPKM ini sangat luar biasa.

“Dengan adanya hajatan yang tadinya mendatangkan banyak orang yang notabene semua hidangan itu hampir membutuhkan telor. Dengan adanya PPKM naka konsumsi masyarakat menurun, sehingga ini sangat terbantu sekali,” katanya, (wahid-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment