Di Adang Ormas, Karaoke Liar Batal Dibongkar
Akan dimediasi

By Redaksi SS 15 Nov 2021, 15:41:18 WIB Hukum
Di Adang Ormas, Karaoke Liar Batal Dibongkar

Keterangan Gambar : Petugas ketika melakukan penyegelan bangunan tempat karaoke di Penggaron dekat Terminal Penggaron. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Sebanyak 20 tempat hiburan karaoke di komplek terminal Penggaron kota Semarang ditunda pembongkarannya oleh petugas Satpol PP kota Semarang, (15/11/2021). 

Penundaan tersebut dilakukan untuk menjaga kondisifitas wilayah sekitar mengingat ratusan anggota ormas ternama yang mengadang.

Sedianya, pembongkaran dilakukan, Senin (15/11/2021) ini, namun, sebelum petugas Satpol PP dan kepolisian datang, ditempat tersebut terdapat ratusan anggota ormas yang mengadang di depan pintu masuk. Mereka membawa senjata berupa kayu. 

Bahkan operator alat berat berupa begu yang siaga di depan pintu masuk pun nyaris menjadi bulan-bulanan oleh ormas. Beruntung operator begu berhasil mengendalikan begunya ke tempat yang lebih aman. Situasi menjadi terkendali setelah Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto dan Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar turun ke lokasi.

Terkait dengan kejadian tersebut, Fajar mengajak beberapa orang yang dianggap provokator untuk berkomunikasi dengannya terkait kisruh berdirinya karaoke liar. SementaraKapolrestabes Semarang Irwan Anwar, membubarkan masa dan langsung menyegel tempat tersebut dengan didampingi anak buahnya dan beberapa anggota Satpol PP.

Mediasi

Dalam pantauan disebutkan, situasi mereda setelah Fajar memutuskan akan adanya mediasi antara Pemkot dengan Ormas yang dilakukan pada Kamis (18/11/2021) mendatang di Markas Polrestabes Semarang. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan sebenarnya pembongkaran bangunan adalah hal simpel. Namun hal itu ditunda lantaran ada ormas yang menjadi beking dan rawan terjadi bentrokan

“Jadi dibatalkannya pembongkaran itu karena tempat itu dibekingi oleh salah satu ormas. Bahkan sudah diberi peringatan oleh lurah setempat sejak 2019 tapi tidak ada itikad baik dari ormasnya,” katanya.

Menurutnya tempat karaoke itu dianggap liar karena berdiri diatas Tanah Milik Pemkot Semarang dalam Hal ini Dinas Perhubungan. Selain itu, tidak ada timbal balik biaya sewa tempat ke Pemkot “Pembongkaran itu terkait dengan surat Kepala Dinas Perhubungan pada 20 Oktober untuk segel dan bongkar. Karena tempat itu tidak ada perjanjian sewa, berdiri diatas tanah pemkot, tidak ada IMB dan tidak ada ijin dari Dinas Pariwisata,” jelasnya

Pihaknya mengaku heran dengan kelakuan ormas pasalnya pemilik karaoke telah ikhlas bangunannya dibongkar. Mereka (massa) yang hadir menghadang itu tidak hanya dsari kota Semarang tetapi dari luar kota Semarangm malahan banyak dari kabupaten sekitar.

“Kamis depan akan mediasi ulang di Polrestabes Semarang. Hari ini anggota kami tarik dan pembongkaran ditunda agar kondusif. Kami tidak konflik. Nanti kamis saya akan hadir bersama Kepala Dinas Perhubungan,” tambahnya. (wahid/subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment