Dinas Perikanan Bina Nelayan Olah Hasil Laut
Beri pembinaan untuk nelayan

By Redaksi SS 13 Nov 2021, 21:53:41 WIB Ragam
Dinas Perikanan Bina Nelayan Olah Hasil Laut

Keterangan Gambar : Aktivitas nelayan Tambaklorok Semarang Utara yang setiap hari mencari ikan dengan perahu nelayan. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang terus berupaya mengubah manset nelayan yang biasa mencari ikan di tengah laut dan hasilnya langsung dijual kini didorong agar hasil tangkapan ikan bisa diolah menjadi berbagai produk olahan perikanan.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang Nurkholis mengatakan, hasil olahan ikan laut selain bisa awet tahan lama juga, harga olahan ikan memiliki nilai jual dibanding ikan tangkapan nelayan yang langsung dijual seketika itu juga.

"Sehingga hasil olahan ikan laut dapat meningkatkan nilai ekonomi warga nelayan, terutama istri-istri nelayan di Tambaklorok  Kelurahan Tanjungmas Semarang Utara yang melakukan pengolahan ikan laut menjadi produk olahan yang memiliki cita rasa," kata Nurkholis, Sabtu (13/11/2021).

Dikatakan Nurkholis nelayan diharapkan dapat tambahan pendapatan keuntungan karena produk perikanan yang diolah memiliki nilai ekonomis tinggi saat dipasarkan kepada konsumen.

"Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang setiap tahun menggelar pelatihan pengolahan hasil ikan laut. Pengolahan hasil laut tersebut seperti trasi, ikan asin, kerupuk udang. Inovasi olahan kekinian, misalnya dibuat produk krispy dan abon yang kini sedang menjamur," katanya.

Kegiatan Pelatihan

Ia berharap melalui kegiatan pelatihan pengolahan produk perikanan tersebut dapat meningkatkan ekonomi keluarga nelayan. Tentunya, kiprah istri nelayan yang ikut mendorong agar usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) produk perikanan terus maju dan berkembang.

Dikatakan Nurkholis, pembinaan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang seperti Poklasar, di Tambaklorok, ada yang membuat ikan asin, trasi. Dan kelompok yang membuat kerang menjadi kerupuk.

"Ada juga kelompok pembudidaya, pokdakan, KJT kolam jaring. Kerjasama Indonesia Power, Unnes dengan Dinas Perikanan dan Kelautan juga menggelar pelatihan seperti pelatihan memasak olahan perikanan," ucapnya.

"Ada juga bantuan CSR berupa pembuatan pelet. Hal ini tentunya juga bisa membantu menekan biaya produksi bagi kelompok pembudidaya ikan air payau. Jadi bisa saling sinergi,” tambahnya.

Masih kata Nurkholis ada sekitar 500 unit usaha yang saat ini di Kota Semarang membuat produk perikanan, yakni sekitar 500 unit usaha. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment