Disperkim Lanjutkan Rehab Taman Hutan Mijen
Pecah keramaian pusat kota

By Redaksi SS 09 Jan 2022, 20:18:45 WIB Semarangan
Disperkim Lanjutkan Rehab Taman Hutan Mijen

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, kini segera akan melanjutkan peningkatan Taman Hutan Kota Mijen, tahun 2022 ini. Tahun lalu, Disperkim telah membangun panggung pertujukan dan lapangan bagian tengah taman di Mijen.

Penambahan sarana dan prasarana taman yang dilaksanakan oleh Disperkim Kota Semarang sekaligus untuk menambah ruang terbuka hijau (RTH), terutama di daerah barat dan selatan. 

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Ali mengatakan, Taman Hutan Kota di Mijen, sebelum ada peningkatan taman hutan kota  kondisinya mangkrak. Namun, saat ini sudah bisa dimanfaatkan untuk kegiatan kelompok masyarakat. 

Ali harapan, setelah taman kota di Mijen dimanfaatkan masyarakat sekitar bisa menambah ruang publik dan pusat keramaian masyarakat yang baru di pinggiran kota sehingga, keramaian masyarakat tidak hanya terpusat di tengah kota.

"Tahun 2022, taman kota Mijen akan dilanjutkan dengan peningkatan agar bisa dimanfaatkan seluruhnya. Misalnya, untuk tempat berolahraga, karena ada fasilitasnya berupa jogging track akan diselesaikan juga," katanya, Minggu (09/01/2022).

Dikatakan Ali, idealnya, memang setiap kecamatan ada ruang terbuka hijau, untuk pusat aktivitas masyarakat sekitar khususnya. "Tidak hanya di pusat kota seperti Taman Simpanglima, Tugumuda saja. Tetapi, keberadaan taman dengan harapan bisa memecah pusat keramaian yang saat ini ada di tengah," tambahnya. 

Pengendali banjir

Kabid Pertamanan dan Pemakaman Disperkim, Murni Ediati menambahkan, taman hutan kota Mijen,  dikonsep dan diperuntukkan untuk lahan terbuka hijau sekaligus berfungsi untuk wilayah resapan air di sekitarnya. 

"Kedepan akan dibuatkan danau untuk tampungan air hujan, sekaligus punya fungsi sebagai pengendali banjir," ucapnya.

Kemudian, juga akan ditanami pohon yang berukuran besar, yang berfungsi untuk paru-paru kota. Hutan kota sebagai penyeimbang lingkungan, bisa untuk cadangan oksigen, dan menyerap polusi asap kendaraan.

"Tahun ini, Pemkot melalui Disperkim memfokuskan untuk penghijauan dengan penanaman pohon dan fasilitas olahraga jogging track, sehingga bisa segera dimanfaatkan masyarakat. Untuk pembuatan danau belum dikerjakan tahun ini karena butuh anggaran yang cukup besar, "kata Pipie, sapaan akrabnya. 

Sembari menyelesaikan sarana dan prasarana semuanya seperti pembuatan jogging track, dan penghijauan di taman hutan kota Mijen. Masyarakat bisa menggunakan fasilitas maupun lapangannya.

Misalnya, untuk berbagai kegiatan yang menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Seperti, kata Pipie, pedagang kaki lima yang akan memakai tempat untuk berjualan, maupun memanfaatkan panggung pertunjukkan untuk kegiatan seni dan budaya. Namun, nantinya, tentunya diikuti dengan penataan di lokasi yang dipakai masyarakat, tujuannya agar terlihat rapi, bersih dan tidak terkesan kumuh.

"Tahun ini sudah mulai dibuka untuk masyarakat, kalau ramai dengan aktivitas masyarakat peningkatan taman hutan kota ini bisa dikatakan berhasil. Semoga, dalam waktu dekat ini ada pembicaraan dari perwakilan masyarakat bersama kami jika masyarakat sekitar akan memakai sementara waktu di tempat tersebut," tambahnya. 

Taman seluas tiga hektar ini, saat ini telah dibangun panggung pertujukkan untuk seni, beserta fasilitas pendukungnya yakni kamar mandi, toilet dan lampu penerangan. Bila masyarakat  memakai tempat tersebut diharapkan sudah bisa cukup nyaman. 

Misalnya, untuk kegiatan kesenian masyarakat Sabtu dan Minggu. "Kami mempersilahkan agar dimanfaatkan masyarakat tapi jangan membawa sampah. Tolong sampahnya bisa dibuang pada tempatnya yaitu, tempat sampah. Kalau datang bawa sampah, ya kalau pulang sampahnya dibersihkan," harapnya. 

Pada saat masyarakat akan memakai panggung di sana, pihaknya memasukkan perjanjian yang salah satunya bersedia untuk membersihkan sampah. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment