DKK Antisipasi Ledakan Covid Libur Nataru 2022
Siapkan random sampling deteksi

By Redaksi SS 20 Nov 2021, 12:19:20 WIB Kesehatan
DKK  Antisipasi Ledakan Covid Libur Nataru 2022

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam, DKK Kota Semarang siapkan strategi khusus antisipasi ledakan Covid-19. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang kini telah mempersiapkan  sejumlah strategi untuk menghadapi agar tidak terjadi ledakan kasus Covid pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru)  2022

Strategi DKK dalam upaya mencegah ledakan gelombang ketiga virus Corona dengan melakukan random sampling deteksi dini Covid-19. Upaya pencegahan itu, DKK telah menyasar beberapa tempat seperti sekolah, pasar, pusat perbelanjaan, dan tempat umum lainnya untuk skrining Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Moh Abdul Hakam mengatakan,  jauh-jauh hari DKK  melakukan strategi agar kasus di Kota Semarang tetap landai dan tetap bertahan pada PPKM Level 1.

Harapannya, kata M Abdul Hakam, pada Nataru 2022 nanti tidak ada lagi penyebaran Covid-19. Edukasi protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat juga tidak henti - hentinya dilakukan. Masyarakat diimbau tetap menerapkan prokes dalam setiap aktivitas mereka," pintanya, Jumat (19/11/2021).

Vaksinasi terus dilakukan. Hingga kini, Hakam menyebutkan, capaian vaksinasi di ibu kota Provinsi Jawa Tengah telah mencapai 109,34 persen untuk dosis pertama (V1) atau 1.426.908 sasaran.

Lalu, capaian vaksinasi dosis kedua (V2) kini, sudah mencapi 94,98 persen atau sebanyak 1.239.509 sasaran. "Vaksinasi yang persentasenya di bawah 70 persen kami upayakan melalui door to door atau dhodhog lawang," katanya, Jumat (19/11/2021) kemarin.

Menurut M Abdul Hakam, ada beberapa wilayah yang masih rendah capaian vaksinasinya, diantaranya di Semarang Utara, Gayamsari, Genuk, Semarang Selatan, Tugu, Mijen. Angka capaian vaksinasi di wilayah itu masih dibawah 70 persen. "Masih antara 68 - 69 persen.Sehingga harus terus dilakukan giat percepatan vaksinasi," ucapnya.

M Abdul Hakam menambahkan, pemerintah pusat akan memberlakukan PPKM Level 3. Ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan diantaranya membuat kegiatan kerumunan, semisal pesta kembang api atau perayaan lain yang dapat memicu kerumunan massal.

Mobilitas masyarakat kini juga harus dibatasi. Aparatur sipil negara (ASN) tidak diperbolehkan mengambil cuti. Upaya-upaya tersebut dilakukan agar tidak ada gelombang ketiga penyebaran Covid-19, pada akhir tahun ini dan pada pergantian tahun nanti.

"Harapan kami, memang supaya tidak ada gelombang ketiga atau kenaikan kasus Covid di Kota Semarang," ucapnya Jumat.

M Abdul Hakam memprediksi bila PPKM ditiadakan, akan terjadinya kenaikan kasus Covid pada Oktober-Desember sebanyak 190 -200 kasus. Prediksi tersebut melihat dari grafik data pada 2020 ditambah angka vaksinasi, serta penerapan protokol kesehatan.

M Abdul Hakam mengaku belajar dari tahun lalu 2020. Angka kasus Covid-19 dari mesin learning yang dimasukan, juga masukan angka vaksin dan prokes, kalau tidak ada PPKM darurat, nanti ada peningkatan kasus pada akhir Desember 190 - 200 kasus," papar (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment