Guru adalah Pelayan Bagi Siswanya
Turrachman

By Redaksi SS 18 Jan 2021, 11:44:02 WIB SOSOK
Guru adalah Pelayan Bagi Siswanya

Keterangan Gambar : Turrachman, terinspirasi untuk berani mencoba atau memulai hal yang baru. (foto: istimewa/dokpri)


Semarangsekarang.com - Senyum dan kebahagiaan, terlihat kerap terpancar dari wajahnya. Bersemangat dan enerjik, begitulah kesan yang mudah ditangkap dari sosok seorang Turrachman, salah satu guru Muhammadiyah yang tinggal  di Lemah Duwur, Adiwerna Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. 

Bagi bapak empat putra kelahiran Wonosobo Kamis Kliwon, 23 Oktober 1975, guru adalah profesi yang selalu menantang. Ia merasa dituntut  untuk terus belajar, beinovatif dan kreatif. Siap sedia menyalakan lampu untuk menerangi ruang hati dan fikiran anak didiknya. Agar mereka kelak menjadi manusia yang terus menebar manfaat bagi orang lain.

"Bahagianya seorang guru adalah manakala mampu menjadikan para siswanya semangat dalam belajar. Terinspirasi untuk berani mencoba atau memulai hal yang baru," kata suami dari Mardhiana Hafni,  saat berdialog dengan semarangsekarang.com beberapa waktu lalu. 

Sedangkan sedihnya, tutur Turrachman adalah manakala dia  belum menemukan strategi untuk membimbing siswanya,  agar mampu memahami  materi atau mpelajaran. Bukan semata pelajaran di kelas tapi juga materi kehidupan lainnya.  

"Mengapa, karena guru adalah "pelayan" bagi murid muridnya. Guru adalah energi gerak yang menjadikan siswanya mampu membuat mimpinya menjadi kenyataan," kata bungsu delapan bersaudara pasangan  Muhyadi dan Karsumi menambahkan. 

Meski selalu bersemangat mengemban tugasnya sebagai guru, tetapi dulu saat kanak-kanak Turrachman kecil sesungguhnya ingin menjadi tentara. Tetapi asa tersebut  luntur seiring perjalanan waktu. Aktifitasnya diberbagai organisasi (mulai dari OSIS, Pramuka, Ikatan Pelajar Muhammadiyah hingga Himpunan Mahasiswa Islam) membuat ia merasa lebih cocok menjadi pengajar atau guru. Apalagi, ia adalah sosok yang gemar bersilaturrahmi. 

"Saya tipe orang yang senang silaturahmi dan berbagi. Kietika kita bertemu pasti akan terjadi "gesekan" artinya saya secara tidak langsung akan belajar dengan siapa saja yang saya temui. Dan itu bisa memberi inspirasi tidak akan membuat kita miskin. Sebaliknya  kita akan semakin kaya," kata Sekjen Jaring Pengembang Sekolah Madrasah Muhammadiyah (JPSM), ini menambahkan. (m budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment