Jepara Masuk Zona Merah Narkoba

By Redaksi SS 23 Feb 2021, 16:52:58 WIB Hukum
Jepara Masuk Zona Merah Narkoba

Keterangan Gambar : Kapolres Jepara  AKBP Aris Tri Yunarko, bersama jajarannya gelar konferensi pers pengungkapan kasus narkoba, Selasa (23/02/2021) di lobi Mapolres Jepara. (foto: boedi)


Semarangsekarang.com (Jepara) - Pada periode Januari-Februari 2021 jajaran Polres Jepara berhasil mengungkap 10 perkara kasus narkoba di wilayah hukum Kabupaten Jepara, yakni 9 perkara narkotika dan satu perkara terkait obat-obatan tanpa ijin edar. Dalam pengungkapan perkara tersebut berhasil menyita 20 gram narkotika jenis sabu-sabu, uang tunai Rp 6.125.000, alat hisap bong dan 680 butir pil obat yurindo

Demikian diungkapkan Kapolres Jepara AKBP Aris Tri Yunarko, saat kenferensi pers di lobi Mapolres Jepara, Selasa (23/02/2021). Didampingi Kasat Reserse narkoba Iptu R Aries Sulistiyono, Kabag Humas Bag Ops Res Iptu Edy Purwanto dan jajaran polres lainnya. 

Pada pengungkapan kasus ini telah berhasil diamankan 12 orang tersangka. Sebelas orang  pengedar narkotika sabu, satu di antaranya perempuan dan satu orang pengedar obat-obatan 

Para pelaku diancam hukuman bagi pengedar narkotika (sabu-sabu) berdasarkan pasal 112 UU RI No. 35 th 2009 min 4 th max 12 th denda 800 juta, pasal 114 UU Ri No 35 th 2009 minimal 5 tahun dengan maksimal 20 tahun denda mencapai Rp 1 miliar, sedangkan bagi pengedar obat-obatan terlarang yakni pasal 196/197 UU RI No 36 th 2009 maksimal 1 tahun. 

Disisi lain Iptu Sulistiyono juga mengungkapkanan keprihatinannya, karena Jepara sudah masuk zona merah narkoba.  "Jepara masuk zona merah narkoba.  Hal ini tidak bisa dipungkiri,  karena Jepara  masuk peringkat tiga setelah Semarang dan Solo," ungkapnya prihatin. (boedi-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment