Jiwa Enterpreneur Santri Mesti di Berdayakan
Pandangan Witiarso Utomo di HSN 2020

By Redaksi SS 22 Okt 2020, 19:16:30 WIB SOSOK
Jiwa Enterpreneur Santri Mesti di Berdayakan

Keterangan Gambar : Witiarso Utomo, tokoh pengusaha muda Nasional


Semarangsekarang.com (Jepara) - Ada hal berbeda dalam peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Jepara pada, Kamis 22 Oktober 2020. HSN tahun ini berlangsung dalam kondisi pandemi Covid 19. Pandemi global yang juga berdampak pada dunia pesantren. Tercatat beberapa pesantren besar terkena ikut terdampak.

“Pesantren terutama salafiyyah dengan tradisi mazhab syafi’ie sebenarnya relevan dengan adaptasi budaya baru pencegahan Covid 19. Santri dan Kiyai memiliki tradisi menjaga wudhu, memberi perhatian penting pada thaharah atau bersuci, itu yang saya ketahui dari beberapa sahabat yang mengasuh pesantren, baik para Gus maupun Rama Kyai,”  tutur Witiarso Utomo, tokoh pengusaha muda Nasional yang dikenal dekat dengan kalangan pesantren saat ditemui awak media.

“Artinya, pesantren dengan tradisinya akan lebih siap dengan pembiasaan adaptasi budaya baru atas Covid 19,” lanjut Wiwit "W
owot" sapaan akrab Witiarso Utomo.

Wiwit melihat bahwa seluruh sektor terkena dampak pandemi,  hanya saja sebagai enterpreuneur dirinya dituntut untuk selalu melihat dari sudut yang berbeda. Di satu sisi ini musibah, namun pasti ada sisi lainnya yaitu berkah.

Pikiran ini pula yang kami yakini dan harapkan menjadi pikiran-pikiran di pesantren-pesantren. Situasi pandemi ini mesti direspon dengan sikap terbaik. Kita belajar untuk terus ‘survive’ kemudian mencari hikmah dan berkahnya. 

''Pesantren, para Kiyai dan santri-santri telah menunjukkan rekam sejarah tentang kemampuan survive dengan semua kondisi dan situasi. Nah, hari santri 2020 ini kita perlu dorong hal baru, bagaimana santri menjadi solusi untuk menjawab tantangan-tantangan baru sebagai dampak pandemi,'' urai Wiwit.

Melihat, koperasi-koperasi di pondok pesantren bisa ambil peran strategis sebagai infratstuktur jaringan suplai kebutuhan dasar bagi pesantren maupun lingkungan sekitarnya. Pondok pesantren memungkinkan menjadi mitra strategis negara untuk terhubung dengan masyarakat. Santri juga mesti berbenah, mulai benar-benar menata diri menjadi enterpreneur. Melihat peluang (hikmah dan berkah) di tengah situasi musibah. Jadi sebenarnya tradisi pesantren ini merupakan akar pikiran penting untuk mindset pengusaha.

"Sehingga terwujud Santri Sehat Indonesia Kuat seperti tema hari santri hari ini", pungkas Wiwit "Wowot". (boedi-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment