Kapolda Jateng akan Tuntaskan Premanisme di Solo
Lacak DPO dengan IT

By Redaksi SS 26 Feb 2021, 15:02:03 WIB Hukum
Kapolda Jateng akan Tuntaskan  Premanisme di Solo

Keterangan Gambar : Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi didamping Kabidhumas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna menjukkan senjata yang dipakai para preman untuk mengancam dan menganiaya korban di wilayah Surakarta. (foto: humas polda)


Semarangsekarang.com - Sekelompok orang diduga merupakan anggota salah satu Laskar di Solo melakukan pengrusakan dan penganiayaan di Kampung Mutihan Keluraha n Sondakan Kecamatan Laweyan Kota Surakarta, pada Minggu (14/02/2021) silam pukul 13.00 WIB.

Saat menerangkan kronologi kejadian pada awak media, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahma Luthfi mengatakan Kejadian ini bermula saat sekitar 14 (empat belas) dengan mengendarai sepeda motor, plat nomor ditutup lakban, menggunakan penutup kepala / cebo, dan membawa senjata tajam  berupa pedang samurai dan tongkat pemukul (button stick) dengan berdalih amaliah, telah mendatangi tempat warung milik Sumadi, kemudian mengintimidasi dan mengambil uang milik korban Rp 400.000,  merusak satu buah ketipung.

Tak sampai disitu para pelaku tersebut juga mendatangi warung lainya yaitu milik Joko Prayitno, para pelaku  merusak TV Polytron 40 inc, dan mengambil uang Rp 183.000. Belum puas pelaku mendatangi warung milik Ibu Nining Sulistyowati dan memecah etalase warung, serta melakukan penganiayaan terhadap korban atas nama Mardiyanto hingga menderita luka-luka.

"Hasil investigasi scientific kepolisian yang kita punya berhasil kita ungkap dari 14 pelaku 6 pelaku sudah kita amankan sisanya yaitu 8 pelaku sudah kita kantogi nama-namanya," terang Kapolda.

Enam pelaku kini telah diamankan Polresta Surakarta masing-masing bernama AJ (39 tahun), HS (26 tahun), AA (22 tahun), Y (20 tahun), FN (20 tahun), dan YR (26 tahun).Sedangkan pelaku lain yang kini statusnya DPO yaitu DM, QM, RO, HA dan 4 (empat) orang belum diketahui namanya.

"Perintah saya satu, ketat, kita harus tuntaskan aksi premanisme apalagi intoleransi yang menjurus pada radikalisme bdi wilayah Jawa Tengah," tegas Kapolda, Jumat (26/02/2021).

Kelompok yang sama

Sebelumnya Sekelompok orang  berjumlah 5 (Lima) orang diduga dari Kelompok yang sama juga telah melakukan kekerasan terhadap orang dan pengrusakan barang, pada Kamis (11/02/2021), di sebuah Pos Kamling di wilayah Kelurahan Danukusuman, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Dengan modus operansi yang sama yaitu pelaku melakukan pengancaman menggunakan samurai pada warga yang ada di pos kamling.

Tiga pelaku berhasil ditangkap bernama SZ (25 tahun), DW (29 tahun) dan TP (39 tahun). Sementara dua pelaku yang berstatus DPO yaitu VG dan KZ.

"Ada pelaku kita tangkap di hotel di wilayah Serengan dengan perempuan, kita terus kembangankan dengan IT kita barangkali para pelaku terlibat prostitusi online," jelas Kapolda Irjen Pol Ahmad Luthfi.

Kapolda beri imbauan pada masyarakat bahwa tidak ada organisasi atau apapun bentuknya yang melakukan tindakan kepolisian yaitu memanggil, memeriksa, tangkap, tahan, apalagi melakukan sweeping. Kewenangan tersebut sebagaimana pada Undang-Undang hanya ada di kepolisian.

Tersangka diancam dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, diantaranya Pasal 170 ayat (1) dan (2), dan /atau Pasal 351 ayat (1), dan/atau Pasal 363 ayat (1) ke-4, dan/atau Pasal 335 ayat (1) ke-1 KUHP, dan/atau Pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. (tubagus/hms-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment