Menolak Kalah Melawan Virus Corona
Arif Fajar Hidayat

By Redaksi SS 26 Jul 2021, 13:35:52 WIB SOSOK / POJOK
Menolak Kalah Melawan Virus Corona

Keterangan Gambar : Arif Fajar Hidayat, berjibaku Menolak Sakit demi menyalurkan hewan kurban. (foto: dok istimewa)


Semarangsekarang.com (Kendal),- Lebaran Haji Tahun 1442 H, sudah berlalu. Lapak  tempat para penjaja hewan kurban, sudah tidak tampak lagi. Bau prengus  yang sempat tercium di tempat-tempat penyembelihan kini sudah tidak bisa dirasakan. Semuanya telah berjalan normal, bahkan hiruk pikuk yang terjadi sebelum dan  saat peringatan Hari Raya Kurban sudah mulai dilupakan umat muslim. 

Tetapi, tidak demikian yang saat ini dirasakan Arif Fajar Hidayat, Manajer Dompet Duafa (DD) Farm, Kabupaten Kendal Jawa Tengah. Arif, masih merasa penasaran setelah melewati Hari Raya Idul Kurban Tahun 2021. Pasalnya pendistribusian hewan kurban yang direncanakan jauh-jauh hari berlangsung kurang memuaskan. 

"Ada beberapa keterlambatan dan  penundaan pengiriman, membuat penyembelihan hewan kurban dibeberapa daerah tidak berjalan seperti harapan," kata Arif saat dihubungi semarangsekarang.com beberapa waktu lalu. 

Sebagai Manajer DD Farm, bapak tiga anak hasil pernikahannya dengan Siti Munawaroh SKM, itu sudah berusaha dengan maksimal. Salah satunya, Ia menolak menyerah dengan Covid-19. Dua hari sebelum Idul Kurban, pria kelahiran Kendal, 4 Desember 1984, ini semestinya masih harus menjalani isolasi mandiri. Namun, keharusan itu dilawan. 

Arif memilih turun langsung mengawal pengiriman domba dalam rangka Tebar Hewan Kurban Dompet Duafa Tahun 2021. Padahal, kondisi tubuhnya belum sepenuh segar bugar, meski virus dalam tubuhnya sudah tidak menular lagi.

"Itu hari dua belas  masa Isoman, karena terpapar Covid-19. Tapi, saya tak mungkin berdiam, hanya menerima laporan. Saya kabur dari rumah, untuk memastikan pengiriman hewan kurban,  berjalan lancar," kata anak ke 6 dari tujuh bersaudara pasangan H. Mochammad Chozin. SH dan Hj Chamidah menambahkan.

Sayang, upayanya itu belum cukup membuat program Tebar Hewan Kurban (THK) Dompet Duafa berjalan mulus. Persoalan iklim yang tak menentu, sudah masuk musim kemarau tetapi hujan masih sering turun, membuat sejumlah ternak urung dikirim, dan harus mencari ganti dalam waktu yang sangat terbatas.

"Ada beberapa catatan, yang akan berguna untuk memperbaiki tata kelola THK di masa depan. Semoga kami bisa memperbaikinya, dan menjadikan tebar hewan kurban Dompet Duafa tahun yang akan datang berjalan lebih baik," kata alumni FE Unnes ini lagi.

Arif sadar, program THK sangat ditunggu masyarakat. Apalagi, ia tahu beberapa kawasan di Jawa Tengah sangat membutuhkan bantuan huwan Kurban. Ia kerap menemukan beberapa kasus yang membuatnya prihatin. Ada satu RT yang hanya memotong satu kambing. Ada pula satu kampung berpenduduk 400 kepala keluarga, tetapi hanya menyembelih satu ekor  sapi saja. 

"Kemiskinan menjadi alasan  orang tidak berkurban. Ini membuat program THK Dompet Duafa, harus terus dilaksanakan. Apalagi pada pandemi Covid-19 seperti sekarang," kata Arif lagi. 

Arif sendiri sudah cukup lama terlibat dalam program THK. Tahun 2009, ia sudah ikut membantu kelancaran program Tebar Hewan Kurban, sebagai pelaksana lapangan. Lalu, pada 2014 pekerjaan itu diikutinya dengan lebih serius. Tahun 2014 Arif terlibat dalam pengadaan hewan kurban ADD. Dan sejak Maret 2021, seiring berdirinya DD Farm, Arif makin serius dengan program THK, karena diberi mandat dan amanat menjadi Manajer di DD Farm. (m budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment