Nelayan Ingin SPBN AKR Tambaklorok Dibuka Lagi
Pengelola ingin mitra kerja

By Redaksi SS 22 Jan 2021, 17:04:01 WIB Semarangan
Nelayan Ingin SPBN AKR Tambaklorok Dibuka Lagi

Keterangan Gambar : SPBN AKR Tanbaklorok yang sudah tidak beroperasi lagi, Jumat (22/01/2021). Sementara nelayan SPBN bisa kembali layani BBM untuk mereka. (foto: subagyo/SS)


Semarangsekarang.com - Para nelayan Tambaklorok Kelurahan Tanjungmas Semarang Utara berharap SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) AKR (Aneka Kimia Raya) dibuka kembali setelah beberapa tahun lalu tutup.

Harapan para nelayan agar BBM khususnya jenis solar  untuk bahan bakar perahu nelayan  dalam mencari ikan di tengah laut, dapat diperoleh dengan harga murah, mudah dan dapat subsidi.

Nurkhasan, salah seorang nelayan Tambaklorok mengaku berharap agar SPBN AKR Tambaklorok segera dibuka kembali untuk memudahkan nelayan dalam mencari ikan dengan perahunya.

"Harapan ini, saya sampaikan agar nelayan mudah memperoleh bahan bahar untuk perahu dalam mencari ikan di tengah laut," ucapnya.

Menurut Nurkhasan, setiap kali nelayan dalam melaut untuk mencari ikan butuh solar 30 sampai 40 liter solar per sekali jalan. "Saya hanya menginginkan untuk membeli bahan bakar solar hanya di AKR Tambaklorok, karena dekat dengan mangkal perahu," tambahnya.

Kedekatan mangkal perahu nelayan dengan SPBN AKR, menurut Nurkhasan, untuk menghindari nelayan membeli bahan bakar solar di tempat ilegal atau yang dikenal dengan istilah BBM kencing.

Upayakan subsidi

Sementara Ketua KNTI (Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia) Kota Semarang Selamet Ari Nugroho mengaku berupaya untuk mengupayakan surat-surat yang dibutuhkan nelayan untuk bisa memperoleh bantuan subsidi BBM.

"Kami siap membantu nelayan yang ingin memperoleh subsidi BBM untuk memperoleh di SPBN AKR, sehingga meringankan untuk kebutuhan nelayan terhadap BBM jenis solar," kata.Ari sapaan akrab ketua KNTI tersebut, Jumat (22/01/2021).

Surat-surat tersebut, kata Ari di antaranya surat kenelayanan PAS untuk, mengurusnya di Syahbandar KSOP di kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan Semarang, surat untuk subsidi di Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah atau kota.

Dikatakan Ari, pemberian BBM subsidi untuk nelayan agar nelayan dalam mencari ikan tidak dibebani biaya pengeluaran untuk bahan bakar dan dapat memperoleh bahan bakar di tempat yang legal. 

Menurut Ari, pada tahun 2019 jumlah nelayan Tambaklorok ada 773 nelayan. Sedangkan yang tergabung dengan KNTI ada 593 nelayan yang ada di data base. Sudah daftar di posko ada 100 nelayan, belum masuk di data base.

Nelayan harus punya surat rekomendasi dari dinas perikanan kota atau kabupaten.
Kelurahan juga bisa mengeluarkan surat rekomendasi untuk nelayan.

Siap layani

Sementara pengelola SPBN AKR Tambaklorok M Rozikin alias Bandot mengatakan, siap untuk memberikan pelayanan kepada nelayan soal kebutuhan BBM.

"SPBN AKR siap dibuka kembali dengan mengajak mitra kerja. Kami welcome dengan siapa saja untuk.membantu nelayan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar solar," kata M Rozikin.

Dan, KNTI Kota Semarang, kata M Rozikin sudah siap untuk bekerjasama dalam memberikan pelayanan kepada nelayan terhadap kebutuhan bahan bakar," ucapnya.

Namun, saat ini, SPBN AKR Tambaklorok, kata Rozikin masih dalam proses perizinan di pemerintah.

"Kami memahami para nelayan sudah banyak yang mendesak agar SPBN AKR Tambaklorok dibuka kembali. Setelah sejak tahun 2015 ditutup," ucapnya.

SPBN AKR, menurut M Rozikin kini sedang dalam memproses kesepakatan pengelola, mitra kerja, pemerintah. Nelayan sudah berharap makin cepat makin baik. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment