Pedagang Liar Kawasan Kanjengan Ditertibkan
Pasar Johar Semarang Segera Diresmikan

By Redaksi SS 03 Jan 2022, 13:51:04 WIB Semarangan
Pedagang Liar Kawasan Kanjengan Ditertibkan

Keterangan Gambar : Petugas Satpol PP mengakut barang-barang milik pedagang liar yang berjualan di kawasan Kanjengan, Senin. (foto: subagyo/SS)


Semarangsekarang.com - Petugas Satpol PP Kota Semarang melakukan penertiban terhadap sekitar  40 lapak liar pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Pasar Johar sekitar Kanjengan, Senin (03/01/2022).

Penertiban dilakukan terkait dalam waktu dekat ini Pasar Johar hasil renovasi segera diresmikan oleh Pemerintah Pusat.

Penertiban dilakukan dengan cara pemusnahan piranti rak kayu penyimpan dagangan, penyitaan meja, kursi, tenda dan lain lain.

Pedagang yang ditertibkan hanya bisa pasrah dan kelihatan sedih. Sementara puluhan petugas Satpol PP tetap menjalankan Penertiban.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan dalam waktu dekat ini Pasar Johar yang telah selesai direnovasi akan diresmikan oleh pemerintah pusat.

"Pasar Johar ini akan diresmikan oleh pemerintah pusat. Makanya kita tata. Pedagang disini sudah saya beritahu sejak lama untuk tidak berdagang," kata Fajar.

Fajar menyayangkan sikap pedagang yang bandel. Karena tetap bandel maka pihaknya turun tangan melakujan penegakkan peraturan daerah dengan melakukan  penertiban para pedagang.

Dikatakan Fajar, Sabtu kemarin para pedagang sudah  diberitahu kalau hari Senin ini kita akan melakukan penertiban. "Saya sudah peringatkan, jangan ada lagi yang jualan disini. Begitu ada yang jualan, nanti kita tertibkan termasuk menyita dagangan, termasuk dagangan buah," tandasnya.

Harus steril 

Renovasi Pasar Johar Semarang, menurut Fajar, menelan anggaran Rp 800 miliar.  Besaran anggaran ini harus didukung dengan ketertiban oleh semua pihak. Semua pedagang tidak boleh ada yang jualan di tepi jalan. "Harus steril. Jangan seenaknya sendiri berjualan di tempat larang," jelas dia.

Melalui ketertiban bersama kata Fajar, diharapkan Johar menjadi kawasan yang bersih dan nyaman.

Terpisah, seorang pedagang bernama Dyah mengaku kesal dengan adanya penertiban. Sebab saat ini, menurutnya sedang zamannya lagi susah.

"Lagi Covid-19 seperti saat ini, tidak ada bantuan. Malah, car rezeki dengan berjualan ditertibkan. Kalau tidak kerja kan saya tidak bisa makan," ucapnya sambil menambahkan saya belum mendapat tempat di Pasar Johar Semarang. 

"Kalau saya tidak punya uang, siapa yang akan memberi uang? Bantuan dari Jokowi saja tidak dapat," kata pedagang Ayam yang sudah berjualan selama 15 tahun ini.

Ia menyebut tak ada pemberitahuan jika hari ini ada penertiban. Tidak ada pemberitahuan penertiban. Biasanya tukang parkir memberitahu bila ada penertiban. Tapi hari ini tidak ada pemberitahuan," tandasnya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment