Perlu Literasi Manfaat Penjaminan Kredit
Anggota Komisi XI DPR RI Kunjungi OJK di Semarang

By Redaksi SS 22 Feb 2021, 20:53:12 WIB Ragam
Perlu Literasi Manfaat Penjaminan Kredit

Keterangan Gambar : Anggota Komisi XI DPR RI berfoto dengan pejabat OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang, Senin (22/02/2021). (foto: istimewa)


Semarangsekarang.com - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) melalui komisi XI mendorong sektor jasa keuangan untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai manfaat penjaminan kredit.

Hal ini disampaikan anggota komisi XI DPR Dr H  Mustofa SE MM saat kegiatan kunjungan kerja DPR RI pada masa Reses Persidangan III tahun sidang 2020-2021, di kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Semarang, Senin (22/02/2021).

Menurut Mustofa, secara nasional sektor jasa Keuangan telah memberikan kontribusi yang besar dalam program PEN, antara lain melalui restrukturisasi kredit, Penempatan Uang Negara, Subsidi Bunga dan Penjaminan Kredit. 
"Hanya saja saat ini masih perlu peningkatan literasi masyarakat mengenai manfaat penjaminan kredit," kata Mustofa dalam keterangan resmi yang di keluarkan OJK.

Musthofa menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan kerja kali ini adalah untuk menjaring aspirasi, masukan, dan kendala yang dialami Industri Jasa Keuangan dalam penerapan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maupun penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Tengah.

Mantan Bupati Kudus itu memberikan apresiasi atas upaya-upaya yang telah dilakukan oleh OJK dalam program PEN termasuk dalam mengembangkan UMKM melalui platform UMKM-MU, media pemasaran digital yang mudah diakses oleh pelaku UMKM maupun masyarakat.

''Kolaborasi OJK dan Industri Jasa Keuangan di Jawa Tengah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain,'' kata Mustofa. 

Salurkan KUR

Kepala Kantor Regional III OJK Jateng-DIY, Aman Santosa, menyampaikan OJK akan terus mendorong agar perekonomian dapat segera pulih. 

Menurut Aman, Provinsi Jawa Tengah memiliki kontribusi yang signifikan dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada masyarakat. 

"Sejak Agustus 2015 sampai Desember 2020, KUR telah terealisasi sebesar Rp 118,05 triliun kepada 4,98 juta debitur. Hal ini menjadikan Provinsi Jawa Tengah sebagai Provinsi Penyalur KUR tertinggi dibandingkan provinsi lainnya" kata Aman.

Dia membeberkan data-data yang menunjukkan realisasi program PEN di Jawa Tengah sampai dengan akhir Januari 2021 cukup besar.

Restrukturisasi kredit debitur terdampak Covid-19 di sektor perbankan mencapai 61,17 T dari 1.232,84 ribu debitur, sementara di industri keuangan non bank mencapai 17,94 T dari 875,85 ribu debitur.

Penempatan uang Negara telah tersalurkan Rp 43,90 T, penjaminan kredit Rp 2 ,31 T dan dan subsidi bunga Rp 1,01 T.

Aman menambahkan, OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY siap berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Industri Jasa Keuangan dalam percepatan pemulihan ekonomi Jawa Tengah melalui rencana strategis OJK di tahun 2021, yaitu Ayo Jateng Menabung, Bussines Matching UMKM Offtaker, Bussines Matching Klaster UMKM, Virtual Expo, dan Pembiayaan Murah. (dani-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment