RSUD Mijen akan Difungsikan Sebagai Tempat Isoter
Sedang pembangunan tahap dua

By Redaksi SS 24 Nov 2021, 18:36:52 WIB Kesehatan
RSUD Mijen akan Difungsikan Sebagai Tempat Isoter

Keterangan Gambar : Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi (batik coklat), saat melihat langsung perkembangan pembangunan tahap kedua RSUD Tipe F di wilayah Mijen, Kota Semarang pada Selasa (23/11/2021) kemarin. (foto: istimewa)


Semarangsekarang.com - Tempat isolasi tetpusat (isoter) yang dikelola Pemerintah Kota Semarang saat ini masih memanfaatkan rumah dinas Wali Kota yang terletak di Semarang Barat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Moh Abdul Hakam siap menggeser tempat isoter yang dikelola Pemerintah Kota Semarang ke RSUD Tipe D yang berada di wilayah Kecamatan Mijen bila pembangunan rumah sakit Tipe D itu, rampung.

"Menurut rencana rumah sakit itu akan difungsikan oleh Pemkot Semarang sebagai ruang isolasi selama masih dalam kondisi pandemi Covid," kata M Abdul Hakam, Rabu (24/11/2021).

Dikatakannya, ketika rumah sakit tipe D Mijen rampung pembangunannya maka pasien Covid yang menjalani terapi penyembuhan  yang di rumah dinas segera dipindah semuanya ke RS tipe D Mijen.

RSUD tipe D Mijen, hingga saat ini masih dikerjakan tahap kedua. Pada tahun 2022 mendatang Pemerintah Kota Semarang masih meneruskan pengerjaan.

Dari sisi struktur bangunan sudah terpasang, tinggal penyelesaian lainnya yang nantinya dikerjakan oleh Dinas Tata Ruang (Distaru) Kota Semarang. Sedangkan tenaga kesehatan, Dinkes  menyiapkan tenaga baru dari hasil seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Tenaga Puskesmas

Begitu CPNS masuk, RS sudah siap dibuka atau dioperasionalkan. Pihaknya, akan mengerahkan beberapa tenaga dari puskesmas untuk bertugas di RSUD baru Mijen, jika RSUD sudah siap digunakan. Namun, tenaga CPNS belum mulai masuk kerja. Menurutnya, rumah sakit tipe D masih tidak membutuhkan banyak tenaga.

Petugas yang dibutuhkan sekitar 50 tenaga kesehatan yang nantinya terbagi empat poli yakni poli dalam, poli bedah, poli anak, dan poli obgyn. Kemudian, petugas unit gawat darurat (UGD) dan rawat inap. “Petugas 50 dulu. Harapannya, sudah bisa melakukan kegiatan awal karena tempat tidur untuk tipe D tidak banyak,” tambahnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Semarang berupaya mendorong percepatan pembangunan rumah sakit yang saat ini progres pembangunannya diperkirakan telah mencapai 65 persen.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi memaparkan, ada 70 tempat tidur rawat inap di RSUD tipe D Mijen dengan rincian 35 tempat tidur kelas 3, kemuduan 32 tempat tidur di kelas 2, sedang tempat tidur kelas 1 ada 2 dan 1 tempat tidur kelas VIP dengan standar Rumah Sakit tipe D.

Plt Kepala Distaru Kota Semarang, Irwansyah menambahkan, pagu anggaran pembangunan RSUD Mijen tahap dua senilai Rp 22,8 miliar Total anggaran pembangunan sejak tahap pertama pada 2019 lalu sebesar Rp 32,8 miliar. 

“Semoga Desember nanti sebagian besar sudah bisa difungsikan,” ucapnya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment