Santriwati Disekap Empat Hari dan Diperkosa
Pelaku diancam hukuman 12 tahun penjara

By Redaksi SS 14 Jan 2022, 16:04:50 WIB Hukum
Santriwati Disekap Empat Hari dan Diperkosa

Keterangan Gambar : Konferensi pers di Lobi Mapolres Magelang. Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod saat menunjukkan barang bukti, didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir, Jumat (14/01/2022). (foto: humas polres magelang)


Semarangsekarang.com (Magelang) - Polres Magelang beberapa waktu lalu digemparkan oleh peristiwa pemerkosaan seorang santriwati salah satu pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Magelang Jawa Tengah yang dilakukan oleh tiga orang pelaku.

"Kasus Pemerkosaan terjadi pada Hari Minggu, 2 Januari 2022 sampai dengan Rabu, 5 Januari 2022 di Rumah Tersangka NI di Desa Wonoroto Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang, Modus para tersangka mengajak korban untuk bermalam, kemudian mencekoki korban dengan miiras dan mensetubuhi korban sambil memberikan ancaman serta mengikat korban dengan tali," kata Kapolres Magelang AKBP Mochammad Sajarod SH SIK didampingi Kasatreskrim Magelang AKP M Alfan Armin dan Kasi Humas AKP Abdul Muthohir, dalam konferensi pers di Polres Magelang, Jumat (14/01/2022).

"Tiga tersangka atas nama saudara PA, NI dan seorang pelajar berusia 15 tahun yang berlamat di Kabupaten Magelang. Untuk korban seorang santriwati salah satu Ponpes di Kabupaten Magelang Sdri ADP yang berusia 19 tahun dengan alamat Kecamatan Sendang Agung Kabupaten Lampung Tengah," jelas Kapolres Magelang.

Kronologi berdasarkan hasil pemeriksaan pada hari Minggu (02/01/2022) sekitar pukul 12.00 WIB, korban dan tersangka PA janjian bertemu di lampu merah Bandongan, kemudian menuju ke rumah tersangka NI dan bermalam di sana. 

Saat di rumah tersangka NI tersebut inilah korban mabuk akibat dicekoki miras. Kemudian korban tidur di dalam kamar.

Lalu pada hari Senin, 3 Januari 2022 sekitar pukul 12.00 Wib, tersangka NI masuk ke dalam kamar yang ditempati korban, kemudian disitulag NI mensetubuhi korban sambil mengancam akan dibunuh jika tidak mau, kemudian masih pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 Wib gantian tersangka PA juga mensetubuhi korban sambil mengancam apabila tidak mau akan dipukul.

Tak berhenti disitu, pada pukul 19.30 Wib, tersangka NR juga turut melampiaskan hawa nafsunya sembari mengikat korban dengan tali rafia.

Sadisnya, perbuatan bejat tersebut terus dilakukan oleh para tersangka sampai dengan tanggal 5 Januari 2022.

Ditangkap warga

Kasus ini terungkap karena keluarga korban mengetahui korban pergi dari Ponpes, keluarga korban berusaha mencari tersangka PA, hingga akhirnya keluarga korban meminta tolong perangkat desa tempat tinggal tersangka PA. Lalu pada hari Kamis (06/01/2022) warga berhasil mengamankan korban serta tersangka PA dan NR, yang kemudian digelandang ke rumah perangkat desa.

Selanjutnya para tersangka dibawa ke Polres untuk diperiksa lebih lanjut, sedangkan korban dibawa ke RSUD Merah Putih untuk mendapatkan perawatan.

Polres Magelang menyita barang bukti diantaranya pakaian milik para tersangka, pakaian milik Korban, satu buah tikar, satu utas tali rafia, botol kosong miras merk vodka mansion house, satu gelas, satu handphone milik tersangka PA dan satu HP milik korban.

Para Tersangka disangka dengan Pasal 285 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun. (wahid-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment