Sarang Walet Andalan Ekspor dari Semarang
Dari Balai Karantina Pertanian Kelas IA Semarang

By Redaksi SS 21 Jan 2021, 18:55:15 WIB Ragam
Sarang Walet Andalan Ekspor dari Semarang

Keterangan Gambar : Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas IA Semarang, Parlin Robert Sitanggang, targetkan ekspor sarang burung Walet bisa tembus Rp 4,3 triliun di tahun 2021. (foto: dok)


Semarangsekarang.com - Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung di Indonesia rupanya tidak menyurutkan aktivitas ekspor produk peternakan di daerah. Di Kota Semarang, kegiatan ekspor sarang burung walet saat ini terus ditingkatkan sebagai salah satu komoditas penopang perekonomian untuk Provinsi Jawa Tengah. 

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas IA Semarang, Parlin Robert Sitanggang mengungkapkan sarang burung walet sejak dua tahun terakhir menjadi hasil peternakan unggulan bagi wilayahnya. 

"Selama 2020 kemarin aja kita berhasil mengekspor 64 ton sarang burung walet. Itu nilai transaksinya sudah mencapai Rp 4,1 triliun. Sarang burung walet itu kan ibaratnya emas putih yang punya nilai jual yang sangat tinggi. Untuk itulah, kegiatan ekspornya kita kebut terus-menerus," kata Parlin, Kamis (21/01/2021). 

Produk sarang burung walet, ujarnya selama ini dihasilkan oleh para peternak di Kabupaten Magelang, Demak, Kota Semarang dan Rembang. Sedangkan proses produksinya sendiri selama ini mengandalkan sebuah pabrik yang berlokasi di Kota Semarang.

Lebih lanjut, ia menyatakan sarang burung walet yang dihasilkan dari Jawa Tengah kerap diekspor ke Taiwan, Tiongkok, Australia, Hongkong, Kanada, Amerika Serikat serta Thailand. 

"Ada empat eksportir di Semarang yang rutin mengirimkan produknya ke Amerika Serikat. Kalau ke Tiongkok, prospek pasarnya sekarang sangat ketat, yang aturannya agak longgar ya ke Vietnam, Australia, Kanada, Taiwan," ujarnya. 

Konsolidasi

Pihaknya di tahun ini akan meningkatkan konsolidasi dengan berbagai stokeholder mulai Pemprov Jateng, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jateng, Dinas Pertanian masing-masing kabupaten/kota dan para peternak dan petani guna memperluas sentra produksi sarang burung walet. 

Penguatan kerjasama itu juga dimanfaatkan untuk memperbanyak area tanam pertanian serta diversifikasi pangan sesuai arahan Menteri Pertanian Sahrul Yasin Limpo. "Holtikultura, pertanian dan peternakan jadi sektor andalan kita. Di sektor holtikultura kita tingkatkan lagi ekspornya untuk kobis, kentang, kacang ijo terutama yang berasal dari Demak dan Grobogan. Sasaran negara tujuannya ke Vietnam," ungkapnya.

Lebih jauh lagi, secara keseluruhan pihaknya sepanjang Januari-Desember 2020 mampu mencatat transaksi ekspor mencapai Rp 4,1 triliun. Maka di tahun 2021 nilai ekspor di Jateng bakal digenjot hingga menembus angka Rp 4,3 triliun. 

"Kalau tahun kemarin saja kita berhasil mencetak nilai ekspor keseluruhan senilai Rp 4,1 triliun, jadi tahun ini jumlah ekspornya harus bisa ditingkatkan lagi jadi Rp 4,3 triliun. Dengan situasi yang tidak menentu dan masih pandemik kita mesti libatkan semua pihak," pungkasnya. (dani s-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment