Satu Jenasah Nelayan Mangkang Ditemukan di Sayung
Satu lagi dalam pencarian

By Redaksi SS 10 Feb 2021, 17:09:19 WIB Semarangan
Satu Jenasah Nelayan Mangkang Ditemukan di Sayung

Keterangan Gambar : Petugas mengevakuasi Mayat Ngadi nelayan asal Mangkang yang ditemukan mengapung di perairan pantai Bedono, Sayung, Demak, Selasa (09/02/2021) sore. (foto: istimewa)


Semarangsekarang.com - Satu dari dua nelayan merupakan bapak dan anak yang dikabarkan hilang di telan ombak telah di temukan pada Selasa (09/02/2021) dalam kondisi meninggal dunia. Kedua nelayan tersebut yaitu Ngadi (43 tahun) dan Aji Hidayattullah (20 tahun), keduanya merupakan warga  RT 1 RW 4, Kampung Tanggul Sari, Mangunharjo, Tugu, Kota Semarang, melaut sejak Jumat  (05/02/2021) lalu. 

Jenasah Ngadi ditemukan di perairan pantai Bedono, Sayung, Demak. Dalam kondisi sulit dikenali.

Panit Opsnal Polsek Tugu Ipda Walikrom membenarkan, penemuan jenasah di perairan Bedono Sayung Demak adalah warga Mangunharjo Tugu Semarang pada Selasa sore.

Menurut Walikrom, proses identifikasi sulit mengingat kondisi mayat yang sudah rusak, namun pihak keluarga yang  mendatangi rumah sakit Bhayangkara bisa mengenali dari kaus korban karena kaos yang dikenakan korban masih menempel di badan. 

"Keluarga korban yang mendatangi rumah sakit untuk memastikan bahwa mayat itu adalah kerabatnya pada Selasa malam  membenarkan mayat itu Ngadi yang sebelumnya hilang saat melaut," kata Walikrom kepada wartawan.

Masih dicari

Pihak Polsek Tugu juga terus berkoordinasi dengan tim rescue dari Polairud, Basarnas dan relawan untuk pencarian mayat anak korban yang belum ditemukan. 

"Iya pencarian masih berlanjut," katanya.
 
Sururi warga setempat mengatakan, kedua nelayan tersebut melaut menggunakan perahu warna putih ukuran 3 gross tonase (GT) dengan bahan bakar elpiji 3 kg.

"Saat melaut situasi cuaca sangat buruk, ombak tingginya melebihi 1,5 meter namun nelayan masih melakukan pencarian sebisanya," katanya. 

Sebelumnya, tim pencarian sempat menemukan perahu yang digunakan untuk para korban melaut pada Sabtu (7/2/2021) siang. 
"Perahu korban ditemukan di perairan Mangkang," ungkapnya.

Hilangnya dua nelayan tersebut selepas nelayan lainnya curiga lantaran hingga siang hari mereka tak kunjung pulang.

Keterangan para saksi, Bapak anak itu berangkat melaut hari  ini pukul 03.30 WIB.
Biasanya pulang pukul 11.00, akan tetapi sampai jam tersebut belum pulang.

Lantaran tak kunjung pulang, nelayan lainnya melakukan pencarian menggunakan 5 unit perahu.

Mereka sudah menyisir perairan Marina, Dam Tahu, Kaliasin, Kota Semarang. Pencarian terkendala cuaca buruk yang melanda perairan di Kota Semarang. (dani-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment