Talud Pemecah Gelombang Diharap Dibangun Lagi
Terkena tefokusing di tahun 2020

By Redaksi SS 13 Jan 2021, 17:12:25 WIB Semarangan
Talud Pemecah Gelombang Diharap Dibangun Lagi

Keterangan Gambar : Kawasan Tambaklorok dalam waktu dekat ini akan dijadikan Kampung Wisata Bahari di wilayah Kelurahan Tanjung Mas Semarang Utara. (foto: subagyo)


Semarangsekarang.com - Warga Kampung Tambaklorok, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara kini terus berharap tentang kelanjutan proses pembangunan di Kampung Bahari yang berupa talud atau tanggul pemecah gelombang. 

Talud yang jebol, beberapa waktu lalu diterjang ombak besar dan angin kencang pada saat gelombang tinggi di musim angin barat. Hingga, kini, tanggul jebol di pinggir pantai belum diperbaiki lagi.

Dan pada tahun 2021 ini bisa tetap dilanjutkan di dermaga Kampung Bahari. Pasalnya, pembangunan kampung Bahari berupa sabuk pantai ini penting agar nelayan tak was-was setiap kali ada gelombang tinggi.

Tokoh masyarakat Tambaklorok, M Rozikin BD, Rabu mengatakan, saat ini perlu dibangun talud yang ada disebelah barat, yakni tak jauh dari Indonesia Power. Dan saat ini yang sudah dibangun yaitu tanggul laut di sebelah selatan.

"Sebenarnya tahun 2020, pembangunan talud kali Banger bersebelahan dengan Indonesia Power sudah dikerjakan. Namun, karena terkena rekofusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sehingga proyek itu ditunda, dan akan dilanjutkan pada 2021," katanya, Rabu, (13/01/2021). 

Pembangunan talud di kampung Bahari, kata dia, sangat diharapkan mengingat, saat ini cuaca buruk, sebagian warga terdampak gelombang pasang laut dan was-was setiap waktu.

 "Akibat gelombang pasang laut membuat tanggul berupa bis jebol beberapa waktu lalu, dan menyebabkan 13 rumah warga rusak ringan hingga berat. Sehingga terpakasa harus ada sebagian yang sementara mengungsi," ujarnya. 

Warga Tambaklorok RT 3, RW 15 lainnya , Muslikin mengatakan, nelayan khawatir saat gelombang tinggi, angin besar air laut naik masuk ke dermaga kampung Bahari. Padahal tingginya dermaga dari permukaan air, setinggi 70 cm. 

"Kalau, air laut naik masuk ke dermaga, banyak nelayan mengungsikan atau memindahkan perahunya ke tempat lain yang lebih aman. Harapannya, dermaga dibangun keliling berupa talut pemecah gelombang. Rencananya segera dibangun tahun 2021.Dan sudah ada sosialisi dari Pemkot terkait pembangunan talud," katanya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment