Taman Bubakan Dipercantik Permainan Lampu Sorot

By Redaksi SS 27 Des 2021, 17:09:01 WIB Semarangan
Taman Bubakan Dipercantik Permainan Lampu Sorot

Keterangan Gambar : Taman Museum Bubakan dilengkapi lampu sorot warna-warni untuk menambah keindahan di kawasan objek wisata yang menyambung dengan Kota Lama. (foto: subagyo/SS)


Semarangsekarang.com - Taman Museum Kota Semarang atau Taman Bubakan yang menutup jalan ditikungan ke arah Jalan Pattimura dari Jalan MT Haryono yang ditutup kini sudah selesai pembangunannya. Tinggal setting bagian lampu taman yang ada di dalam grawangan motif berbentuk travesium, dan sedikit pembenahan lainnya. 

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Suryaty mengatakan, pembangunan fisik tinggal tahap finishing seperti menyetel lampu taman untuk mempercantik Taman Bubakan. Lampu taman akan disetel untuk mengatur cahaya warna sehingga bisa bergantian berubah-ubah warna. 

"Ada tiga lampu ukuran jumbo, akan diatur agar pencahayaan warna yang muncul berganti serempak dengan warna sama. Ada beberapa warna yang berganti-ganti, misalnya di-setting tiap 30 detik bisa berganti warna," katanya, Senin (27/12/2021).

Manfaat pembangunan Taman Bubakan, kata Atik, sapaan akrabnya selain untuk menambah keindahan ruang terbuka hijau (RTH) kota taman ini sebagai akses pejalan kaki atau pengunjung yang akan ke Museum Kota Lama Semarang (Museum Bubakan).

"Lahan parkir pengunjung yang saat ini masih berupa lahan kosong lokasinya berada di ujung Jalan MT Haryono. Lalu, bisa masuk lewat akses trotoar di taman ini. Pengunjung Museum Kota Lama Bubakan bisa merasa aman saat akan menyeberang dari area parkir," tambahnya. 

Memutar museum

Dikatakan, pembangunan lahan parkir rencana tahun 2022. Akses jalan dari MT Haryono, sekarang tidak lagi bisa langsung ke Jalan Pattimura, namun harus memutar Museum Bubakan. 

"Kami buat ada pintu di ujung Jalan MT Haryono sistim buka-tutup. Akses itu hanya dilalui ketika ada kejadian darurat saja. Misalnya, kalau ada kegiatan-kegiatan atau kepentingan yang membutuhkan akses langsung dari MT Haryono ke Jalan Pattimura, nanti akses pintu ini bisa dibuka," jelasnya. 

Pihaknya juga melakukan penghijauan di taman ini, dengan menanam beberapa pohon jenis pule dan jenis bunga, untuk peneduh jalan sekaligus pengunjung bisa merasa nyaman saat melewatinya. 

Masyarakat juga bisa memanfaatkan taman ini, sekedar untuk duduk-duduk sambil menikmati suasana taman di tengah kota di kawasan Kota Lama ini. 

"Memang untuk pamanfaatan belum, kita juga menunggu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang mengelola Museum Bubakan. Kami hanya membangunkan fisik, mungkin tahun depan mulai dimaksimalkan, mengikutinya beroperasionalnya Museum," terangnya. 

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, terkait pengalihan rute arus lalin kendaraan di Taman Bubakan masih berlaku, ke depan akan dibuat secara permanen dan sekaligus untuk mengedukasi pengendara yang biasanya dari MT Haryono langsung ke Jalan Pattimura, tetapi sekarang harus memutar terlebih dulu.

"Saat ini bersifat untuk sementara, sambil menunggu nanti setelah museum difungsikan. Memang untuk akses pengunjung atau pejalan kaki dari tempat parkir yang melintas akan dibuat secara permanen," ucapnya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment