Tim Senyap Disporapar Awasi Tempat Wisata

By Redaksi SS 03 Des 2021, 17:23:18 WIB Wisata/Hotel/Hiburan
Tim Senyap Disporapar Awasi Tempat Wisata

Keterangan Gambar : Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmad. Disporapar Jateng, mewaspau tempat pariwisata saat libur nataru 2021. (foto: wahid/SS)


Semarangsekarang.com - Liburan Natal dan tahun Baru 2021 Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah akan membatasi jam operasional tempat wisata pukul 16.00 serta pembatasan pengunjung 25 persen, tidak hanya itu tetapi juga pemberlakuan tempat wisata dalam level 3, meskipun di Jateng sendiri ada yang sudah level 1. 

“ini agar dilakukan sehingga perlu adanya komunikasi secara intens dengan pelaku wisata, pengelola destinasi, serta dari lintas sector transportasi untuk membatasi pada saat liburan Natal dan Tahun baru (Nataru). Mudah-mudahan bisa mengendalikan dan mengerem laju mobilitas itu ditempat wisata,” kata Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho Rachmad di Kantor Disporapar Jateng, Jalan Ki Mangunsarkoro, Kota Semarang, Jumat (03/12/2021).

Sinoeng menambahkan meskipun demikian usulan yang nanti akan disampaikan dalam pelaksanaan level 3 destinasi wisata itu siap mematuhi aturan berlaku dan tetap menyarankan apabila tidak bisa membuka tempat wisata secara terbatas lebih baik ditutup demi kepentingan bersama.

“Libur Nataru agar diperketat, sehingga pada tahun baru 2022 bisa stabil dan survive,” tambahnya.

Sinoeng mengaku di Jawa Tengah sendiri ada 814 tempat wisata yang sudah bersertifikasi Clean, Health, Safety dan Environment (CHSE) termasuk Candi Borobudur dan wisata laut di Karimun Jawa masih menjadi destinasi wisata yang masih banyak peminatnya dan memiliki panorama yang luar biasa. Tetapi masih menunggu perkembangan yang ada.

“Usulan itu kalau disetujui, sehingga kepatuhan adalah pertaruhan kita maka sektor pariwisata harus mengambil peran kontributif dan bisa melanjutkan kondisi-kondisi pasca libur nataru menjadi survival seperti kondisi saat inim,” jelasnya.

Perlu diwaspadai dari virus baru Omicron adalah penerapan protokol kesehatan yang sudah menjadi sesuatu gaya hidup baru atau New Normal itu New Life Style. Meskipun kondisi sudah level 1 atau 2 harus menerapkan pola hidup yang sehat tetap mengikuti update informasi.

Terkait dengan ramainya destinasi wisata, Sinoeng menambahkan diprediksi akan ramai pada menjelang peringatan Natal tetapi karena tahun ini tidak ada libur tetapi setelah natal biasanya ramai. Sedangkan pengawasannya dengan menurunkan tim sekaligus melakukan pemantauan secara langsung dengan cara senyap artinya tidak formil datang sambil lalu yang terdiri dua orang .

“Tim itu akan melihat secara langsung ketempat wisata yang diminati wisatawan kalau nanti dilapangan dijumpai ada yang melanggar untuk segera ditindak dengan cara dihentikan agar tidak berkerumun. Selanjutnya jika hal itu tidak bisa dilakukan penghentian untuk sementara direkomendasikan untuk ditutup demi kepentingan bersama,” pungkasnya. (wahid-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment