Usaha Tak Mengkhianati Hasil
Pamuji Raharjo, S.Pd.I., M.Pd 

By Redaksi SS 13 Jan 2021, 09:24:09 WIB SOSOK
Usaha Tak Mengkhianati Hasil

Keterangan Gambar : Pamuji Raharjo, S.Pd.I., M.Pd 


Semarangsekarang.com - Orangtua selalu memberi banyak petuah pada anaknya. Salah satunya menyangkut kerja keras dan pantang menyerah. Katanya, usaha tidak akan mengkhianati hasil. Artinya, pabila kamu bekerja keras, maka semuanya akan terbayarkan. Pelajaran tersebut, bisa disaksikan dari perjalan hidup Pamuji Raharjo, S.Pd.I., M.Pd,  kepala MIM Unggulan Suruhkalang, Kecamatan Jaten Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Pamuji lahir dari keluarga bersajaha, di Dukuh Banaran, Desa Kedung Waduk, Kecamatan Karang Malang Kabupaten Sragen, Jumat Kliwon, 7 Oktober 1977.  Untuk menghidupi ketiga anaknya, orang Tua Pamuji, Harjo Sumanto dan Surip, menggarap dua petak sawah yang mereka miliki. Selain itu keduanya juga rela menjadi buruh tani, sekedar menjaga agar dapurnya tetap ngebul.

Melihat masa lalu Pamuji yang penuh  keprihatinan, tak berlebihan jika alumni Magister Manajemen Pendidikan UMS Solo, ini selalu mensyukuri nikmat yang didapat. Apalagi,  ayah empat anak, hasil pernikahannya dengan Dwi Nurhayati AMK, ini dipercaya  menjadi kepala sekolah. Ia juga mendapat amanat selaku Ketua Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS) SD dan MI Muhammadiyah Provinsi Jawa Tengah.  Sekalipun, gaji seorang guru tidak bisa membuatnya kaya raya. 

"Alhamdulillah, guru adalah tugas mulia, walaupun gaji tidak begitu banyak tetapi ada nilai keberkahan lain yang pantas kita syukuri. Kita bisa berbagi ilmu dan kebaikan.  Semoga itu bisa menjadi tabungan amal kebaikan di akhirat," kata Pamuji Kepada semarangsekarang.com beberapa waktu lalu. 

Bagi Pamuji, setiap guru harus bisa menjadi pribadi inspiratif. Karena  guru yang inspiratif akan menginspirasi para siswa meraih cita-citanya. Guru juga harus menjadi pribadi uswatun hasanah dan memiliki adab yang tinggi.  Serta tekun, sabar dan istiqomalah menjadi pendidik yang berkarakter dan menginspirasi. 

Meski begitu, menjadi guru sebenarnya bukan cita-cita Pamuji. Saat duduk di SLTP, ia ingin jadi ahli ekonomi. Agar, kesejahteraannya  meningkat, dan  ekonomi keluarga ikut terangkat. Karena itu ia  masuk ke  SMEA Muhammadiyah 1 Sragen Jurusan Akuntansi.

Selepas SMEA, Pamuji tidak langsung kuliah karena kesulitan keuangan. Selama dua tahun ia bekerja serabutan agar bisa  menabung  dan menggunakannya mendaftar di KPUD3 Jurusan Akuntansi di STIE Surakarta hingga tamat. 

Di tengah jalan cita-citanya berubah, ia ingin jadi guru. Karena itu Pamuji  mendaftarkan diri sebagai mahasiswa di jurusan Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta. Selama kulaih, Pamuji aktif diberbagai kegiatan organisasi. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum KOPMA UMS dan aktif juga di HMJ bidang dakwah.

Sejak semester IV, tanggung jawab Pamuji bertambah. Saat itu ia sudah mempersunting Dwi Nurhayati menjadi istrinya. Praktis ia harus bertanggung jawab memberi nafkah dan juga merampungkan kuliah. Terlebih satu tahun setelah pernikahan Pamuji dikaruniai seorang anak laki-laki.

"Alhamdulillah Allah memberikan rezeki yang tak diduga-duga. Pada semester 7 saya  ditawari mengajar di MIM Gonilan kartasura, sementara  istri diterima  di Rumah Sakit swasta  di Solo," kata Pamuji menambahkan. 

Setelah enam tahun mengabdi Pamuji mendapat kepercayaan lebih besar. Ia diangkat menjadi kepala madrasah di MIM Gonilan. Pada saat bersamaan sang istri juga   diangkat menjadi CPNS di RSUD Wonogiri. Tidak puas hanya mengenyam pendidikan  Sarjana, Pamuji melanjutkan pendidikannya di magister.

Kini Pamuji sudah dipindah tugaskan dari MIM Gonilan Kartasura, Sukoharjo ke MIM Unggulan Suruhkalang. Di bawah kepemimpinan Pamuji, MIM Unggulan ini terus berkembang  pesat,  baik jumlah siswa dan maupun prestasinya. (m budiono-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment