Vaksin Covid-19 Kota Semarang Dibagi Januari Ini
Tersedia 5.450 vaksin

By Redaksi SS 08 Jan 2021, 15:05:26 WIB Semarangan
Vaksin Covid-19 Kota Semarang Dibagi Januari Ini

Keterangan Gambar : Gambar ilustrasi


Semarangsekarang.com - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menerangkan, vaksin Covid-19 untuk masyarakat di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah saat ini telah tersedia sekitar 5.450. 

Jumlah vaksin tersebut pada awal pertama akan diberikan kepada tenaga kesehatan di Kota Semarang, baik yang bertugas di rumah sakit milik Pemerintah Kota Semarang, puskesmas, ataupun juga rumah sakit lainnya.

Hendi, panggilab akrab Wali Kota Semarang ini tidak menampik, jika vaksin tersebut belum cukup untuk diberikan pada semua tenaga kesehatan yang ada. Jumlah tenaga kesehatan di Kota Semarang tercatat ada lebih dari 15.000 orang. 

Hendi pun berharap pengiriman vaksin Covid-19 dari Pemerintah Pusat RI ke Kota Semarang dapat terus berkesinambungan.

Hendi sendiri juga telah mengupayakan agar Pemerintah Kota Semarang dapat menyediakan vaksin secara mandiri. 

"Kami memiliki dana BTT (Belanja Tidak Te rduga) yang sudah kita cadangkan mencapai 50 miliar rupiah, tapi kami masih mencari tahu, apakah vaksin - vaksin itu selain yang sudah diploting dari pusat, kita juga dapat melakukan pembelian mandiri," tandas Hendi, Jumat (08/01/2021).

Pembagian vaksin Covid-19 untuk masyarakat Kota Semarang direncanakan dengan merujuk Kementerian Kesehatan RI, yang membagi dalam 4 tahap. 
Tahap pertama untuk tenaga kesehatan diupayakan Januari sampai April 2021, tahap kedua untuk petugas pelayanan publik diupayakan juga di Januari sampai April 2021.

Sedangkan untuk tahap kedua dan tahap keempat direncakan berlangsun bulan April 2021 sampai bulan Maret 2022. Dimana untuk tahap ketiga akan dihususkan bagi kelompok masyarakat rentan, seperti lansia. Selanjutnya baru pada tahap keempat, vaksin Covid-19 akan dibagikan kepada masyarakat umum dan pelaku ekonomi.

Di sisi lain, Hendi sebagai Wali Kota Semarang siap menjadi orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19. Namun Hendi mengatakan, karena dirinya pernah terkena Covid-19, maka antibodinya cenderung tinggi. Untuk itu jika nantinya dengan pemberian vaksin secara bertahap dirinya tak menjadi yang penerima awal pun Hendi juga siap.

"Prinsip kami, kalau seorang Wali Kota harus divaksin dulu kami siap. Tapi kalau saya mendengar orang yang pernah terkena covid tubuhnya jauh lebih kuat, jika harus yang lain dulu pun kami juga siap," tegasnya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment