Warga Gombel Lama Khawatirkan Longsor Susulan
Sudah bisa dilalui kendaraan lagi

By Redaksi SS 23 Feb 2021, 16:09:34 WIB Semarangan
Warga Gombel Lama Khawatirkan Longsor Susulan

Keterangan Gambar : Suasana saat penanganan tebing longsor di Gombel Lama Semarang oleh BPBD bersama Dinas PU, Pemadam Kebakaran (Damkar), kepolisian dan instansi lainnya, membersihkan reruntuhan longsoran hingga menutup badan jalan. (foto: bpbd kota semarang)


Semarangsekarang.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, bersama instansi terkait telah melakukan penanganan tebing longsor di Bukit Gombel Lama Semarang, Senin sore hingga malam (22/02/2021).

Pihak BPBD Kota Semarang, saat kejadian langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pemadam Kebakaran, Bantuan Komunikasi (Bankom), Polsek, Koramil Kecamatan Banyumanik dan KSB Karangrejo serta dibantu warga sekitar.

Sekretaris BPBD Kota Semarang, Winarsono mengatakan, kejadian longsor di Tebing Gombel Lama, pada Senin (22/02/2021) pada jam 17.00 WIB. Longsoran  itu menimpa fasilitas umum dan jalan. "Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu," katanya, Selasa, (23/02/2021).

Dikatakan Winarsono, tebing di Bukit Gombel Lama Semarang yang mengalami longsor itu, panjang sekitar 100 meter, dan ketinggian sekitar 5 meter.
Akibat kejadian longsor di tebing Gombel Lama, sangat mengganggu arus lalu lintas baik pengendara motor dan mobil yang melintas. Kondisi arus lalu lintas saat kejadian cukup padat kendaraan motor dan mobil yang melintas. Pasalnya, reruntuhan material longsoran menutupi hingga badan jalan. 

"Mendapat laporan longsor tebing Gombel Lama ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Semarang langsung melakukan  koordinasi dengan instansi lainnya, PU dan Damkar untuk penanganan darurat yakni membersihkan reruntuhan longsoran tanah yang menutup ruas jalan yang berada dibawahnya. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga mengerahkan satu alat berat dan mobil truk untuk menangani longsoran ini," katanya.

Winarsono mengaku, memang, ada beberapa warga di sekitar yang rumahnya berdekatan dengan lokasi longsoran. Sehingga mereka pun ikut merasa was-was, sebab dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan yang sering terjadi pada musim hujan ini.

"Reruntuhan longsoran itu tidak menimpa rumah warga, tapi mengganggu arus kendaraan yang melintas, karena sebagian badan jalan tertutup tanah sehingga menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang," kata Winarsono menjelaskan. 

Namun, berkat kesigapan petugas dan relawan serta dibantu warga sekitar, material sisa reruntuhan longsoran yang jatuh ke fasilitas umum yaitu ruas jalan bisa dibersihkan, dan pukul 21.00 WIB, sudah bisa dilalui dengan normal kembali oleh pengendara.

"Beberapa daerah, seperti di tebing Gombel Lama di musim penghujan ini memang rawan longsor, dan sebelumnya longsoran sampai menimpa rumah warga. Yang kejadian longsoran kemarin tidak sampai menimpa rumah warga," sambungnya.

Jumlah rumah di sekitar lokasi longsoran, kata dia cukup banyak ada sekitar 30-40 rumah warga. Dan ada juga tempat usaha, seperti dan toko atau warung.

"Kami mengimbau kepada warga atau pengendara yang melintas untuk waspada dan berhati-hati saat melalui jalan tersebut. Karena selain, kondisi jalan turunan yang cukup tajam juga terjadi rawan longsor susulan pada musim penghujan ini," pungkasnya. (subagyo-SS)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment