Ahli Bahasa : Otak Udang Memiliki Arti Bodoh


Sidang PN Jepara , sebagian pengunjung mengikuti jalannya sidang melalui monitor televisi

Semarangsekarang.com (Jepara),- Sidang pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Daniel FMT di Pengadilan Negeri (PN) Jepara, memasuki sidang ke 8 pada Kamis (7/3/2024). Sidang tersebut memiliki agenda meminta keterangan para saksi yang meringankan ( a de charge ). Yaitu terdakwa sendiri Daniel FMT, Bambang Zakaria atau akrab dipanggil Bang Jack dan Syahroni warga Karimunjawa.

Sebelumnya, Rabu (6/3/2024), sidang mendatangkan saksi ahli bahasa dan forensik digital. Serta ahli IT yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Pada kesempatan itu, saksi ahli bahasa, linguistic forensik serta ahli wacana yaitu Muhammad Badrus Siroj, S.Pd., M.Pd., Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Semarang (UNES), menyoroti komentar tersangka Daniel FMT yang di unggah di medsos face book (FB). Yaitu, ketika menyebut “Masyarakat otak udang “.
“Hal ini memiliki arti atau dapat dikonotasikan masyarakat yang sukar mengerti atau bodoh. Ini kalau di lihat secara kesepakatan bahasa kultur setempat, bentuknya sebagai ujaran kebencian atau penghinaan”, katanya.
Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Parlin Mangatas Bona Tua S.H, serta hakim anggota Joko Ciptanto, S.H., M.H, dan Muhammad Yusup Sembiring, SH. Sedangkan JPU adalah Ida Fitriyani, S.H., Irfan Surya, S.H. Tim pengacara dari Daniel FMT yaitu, Tim Hukum Koalisi Advokat Pejuang Lingkungan. Boedi*ss.

Berita Terkait

Top