Rekonsiliasi dan Sinergitas Warga Rau Kedung Jepara dengan Tonton ”Hanoman Maneges”


Petinggi Kasemun (batik), Bustanul Arief (anggota DPRD jepara) ketika menonton pertunjukan wayang kulit. (foto: istimewa)

Semarangsekarang.com (Jepara) – Berawal wejangan Begawan Lomono bahwa Astina dan Amarta harus bersatu dan perang Bharata Yuda akan diakhiri, tetapi harus mengorbankan manusia sebagai sesaji. Sebagai sesaji untuk dikorbankan adalah Raja Duworowati Prabu Batara Kresna dan Semar.Karena itu terjadi kekisruhan lagi antara Pandawa dan Kurawa.

Konon pada saat itu Hanoman mecoba menemui Semar untuk menanyakan kondisi dirinya. Singkat cerita ketika menemui Semar dalam kondisi kisruh antara Pandawa dan Kurawa. Hanoman pada akhirnya ke Kahyangan bertanya ke Sang Yang Wenang.

Setelah kembali ke dunia, Hanoman menjadi Resi Amongrogo membantu Semar dan Pandawa menghadapi Kurawa yang didukung Begawan Lomono yang ternyata adalah Bhatara Kala.

Demikian penggalan cerita Bharatayuda di atas adalah cerita wayang kulit dengan Lakon ”Hanoman Maneges” yang dipentaskan di depan Balai Desa Rau Kecamatan Kedung Jepara. Pada hari Rabu (15/03/2023) malam hingga Kamis (16/03/2023) dini hari.

Pementasan wayang kulit tersebut dalam rangka Gelar Seni Budaya untuk Rekonsiliasi Warga Rau Kedung Jepara. Rekonsiliasi ini dimaksudkan agar warga desa Rau bersatu dan bersinergi untuk membangun desa. Hal ini diungkapkan oleh Petinggi (kepala desa) Rau, Kasemun.

“Rekonsiliasi ini dimaksudkan agar warga Rau bersatu dan bersinergi dengan pemdes untuk membangun Desa supaya lebih maju. Hal ini setelah perpecahan karena konstelasi politik desa atau pilpet (pemilihan petinggi) pada akhir tahun 2022 kemarin,” katanya.

Di dalam acara tersebut diundang seluruh warga Desa Rau termasuk pesaing (competitor) yang ikut pilpet beserta pendukungnya. Hal ini agar tidak terjadi perpecahan sesama warga Desa Rau, tambahnya.

Selain warga Desa Rau sendiri juga diundang forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat sekitar. Terlihat hadir Bustanul Arief anggota DPRD Jepara dari fraksi PPP (Partai Persatuan Pembangunan)

Diagendakan

Sementara itu, ketua PEPADI (persatuan pedalangan Indonesia) Jepara Ki Hendro Suryo Kartiko SSn, menyatakan bahwa, pentas wayang kulit ini adalah merupakan agenda PEPADI Jepara yang didukung oleh Disparbud serta bekerja sama dengan pemdes Rau.

“Pentas wayang kulit seperti ini diagendakan PEPADI bersama Disparbud Jepara. Minimal diadakan sebulan sekali, yang dilaksanakan di seluruh wilayah Jepara. Serta diagendakan untuk semua dalang anggota PEPADi Jepara,” katanya.

Pada saat pentas wayang kulit di Desa Rau ini, adalah agenda untuk Ki Dalang Nurwiyanto dari desa Karanggondang Mlonggo dan Ki Dalang Sukandar dari desa Kelet Donorojo Jepara.

“Seperti pada saat ini, dalang ada dua yaitu Ki Nurwiyanto dan Ki Sukandar yang akan bergantian dalam mementaskan wayang kulit dengan lakon Hanoman Maneges. Terimakasih untuk Disparbud Jepara yang mendukung acara ini,” tutupnya. (boedi-SS)

Berita Terkait

Top