Bamsoet Kunjungi Pabrik Rokok yang 17 Pekerjanya Disabilitas


Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (kiri) ber-welfie bersama para pekerja pabrik rokok di Kebumen, Sabtu (03/02/2024). (foto: istimewa)

Semarangsekarang.com (Kebumen) – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengunjungi pabrik sigaret kretek tangan (SKT) PT Mitra Prasmitha Selaras di Kebumen, Jawa Tengah. Di pabrik yang dikenal dengan nama Mitra Produksi Sigaret (MPS) Sempor Kebumen ini, kunjungan Bamsoet disambut oleh ribuan pekerja yang mayoritas perempuan.

Perusahaan yang merupakan mitra PT HM Sampoerna berdiri sejak tahun 2007. Mempekerjakan sebanyak 1.925 pekerja, dimana 17 pekerja diantaranya adalah penyandang disabilitas.

“Saya akan membela Keberadaan industri padat karya seperti PT Mitra Prasmitha Selaras terbukti dapat menyerap banyak tenaga kerja, termasuk pekerja disabilitas. Disamping mampu menciptakan dampak berganda kuat bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. Industri hasil tembakau harus dijaga, karena merupakan sektor padat karya yang luar biasa,” ujar Bamsoet, Sabtu (03/02/2024).

Hadir antara lain Direktur Utama PT Mitra Prasmita Selaras Rustriningsih, Ketua Paguyuban MPS Indonesia Sriyadi Purnomo, dan perwakilan PT HM Sampoerna.

Saat ini PT HM Sampoerna mempunyai Mitra Produksi Sigaret sebanyak 39 MPS yang tersebar di 28 kota dan kabupaten di pulau Jawa. Diantaranya, 12 MPS berlokasi di Jawa Tengah, 2 di Jawa Barat, 4 di Daerah Istimewa Yogyakarta, dan 21 lainnya berada di Jawa Timur.

Seluruh MPS dimiliki oleh koperasi serta pengusaha daerah. Kemitraan dengan MPS berdampak positif melalui penyerapan tenaga kerja di sektor formal dan efek berganda bagi ekonomi setempat.

“Baru-baru ini, PT HM Sampoerna kembali memperluas kemitraan dengan koperasi daerah melalui pembukaan fasilitas SKT MPS baru di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Hal ini menjadi bagian dari realisasi rencana PT HM Sampoerna menambah fasilitas produksi SKT di sejumlah kota/kabupaten di Pulau Jawa pada tahun 2024 yang berdampak langsung pada serapan ribuan tenaga kerja baru,” kata Bamsoet.

MPS berperan aktif dan konsisten dalam mendukung pertumbuhan, kesejahteraan karyawannya. Hal tersebut diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak bagi perempuan, seperti hak cuti melahirkan, menyediakan fasilitas klinik kesehatan dan ruang menyusui.

“Semua pekerja juga terdaftar sebagai anggota BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Sehingga, pekerja sigaret kretek tangan yang hampir seluruhnya perempuan ini mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya serta menyekolahkan anak-anaknya hingga pendidikan tinggi. Bahkan, banyak juga yang merintis dan memiliki usaha UMKM,” pungkas Bamsoet. (aria-SS)

Berita Terkait

Top