Karantina Pertanian Semarang Jaga Bibit Kelapa Pusat Nursery Batang Bebas Penyakit


Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo, saat menanam bibit kelapa saat launching Pusat Nursery Perkebunan di Desa Wonorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (21/01/2023) lalu. (foto: istimewa)

Semarangsekarang.com – Mendukung pengembangan benih kelapa untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Karantina Pertanian Semarang memastikan bibit kelapa di Pusat Nursery Batang bebas dari penyakit tumbuhan.

Kepala Karantina Pertanian Semarang, Turhadi, mengatakan sebagai bagian dari Kementerian Pertanian, Karantina Pertanian Semarang tentunya akan mendukung program Kementerian Pertanian dengan sebaik-baiknya.

“Wilayah Jawa Tengah pada tahun 2022 ini telah mengekspor produk turunan kelapa yakni kopra sebanyak 16 ton ke Oman dan 31 ton ke China. Dengan adanya pusat bibit di Jateng, semoga bisa mendapatkan kelapa dengan kualitas lebih bagus dan produk turunannya semakin bervariasi dan diminati Negara lain,”ujarnya

Lebih lanjut, Turhadi menjelaskan Kabupaten Batang mampu menampung 20 juta bibit kelapa yang akan dikembangkan. Tentunya benih kelapa tersebut harus bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) sehingga hasil produksinya aman dikonsumsi masyarakat.

Disadari, kata Turhadi, pengembangan produksi kelapa secara berkelanjutan perlu didukung sinergi kuat antar instansi terkait sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih kelapa lokal hingga mancanegara. Sistem budidaya tanaman sehat dan pengendalian hama penyakit secara terpadu perlu digiatkan.

“Karenanya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari Karantina Pertanian selaku instansi yang mencegah tangkal tersebarnya hama penyakit hewan dan tumbuhan, kami wajib menjaga agar penyakit tumbuhan terutama yang belum ada di Indonesia khususnya Jawa Tengah tidak masuk,” tambah Turhadi

Bebas penyakit

Karantina pertanian nantinya akan memastikan bibit-bibit kelapa yang sudah siap untuk didistribusikan ke pulau lain harus dalam keadaan sehat bebas dari penyakit.

“Keberadaan pusat nursery di Kabupaten Batang cukup strategis, akses penyaluran benih kelapa unggulan ke petani cukup efektif dan efisien. Diharapkan nantinya dapat menyediakan kebutuhan benih kelapa berkualitas dengan jumlah berlimpah,” tutupnya

Sebagai informasi, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) me-launching Pusat Nursery Perkebunan di Desa Wonorejo, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, Sabtu (21/01/2023) lalu. Tempat ini dibangun dalam rangka mewujudkan swasembada benih nasional khususnya benih komoditas kelapa jenis kelapa Genjah. (umardani-SS)

Berita Terkait

Top