Meski Tanpa Target Jateng Fair 2023 Ditutup dengan Meriah


Suasana penutupan Jateng Fair 2023 di Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan (PRPP). (foto.istimewa)

Semarangsekarang.com – PT PRPP dalam gelaran Jateng Fair 2023 terasa belum tercapai maksimal setelah kembali digelar kali pertama pasca pandemi. PRPP adalah Pusat Rekeasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah. Berawal dari Pekan Raya Semarang (PRS) yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang pada tahun 1970.

Namun begitu, Sekda Jateng Sumarno tetap mengapresiasi kegiatan Jateng Fair 2023 kali ini yang sudah berjalan lancar, sejak 1 Juli 2023 dan ditutup semalam oleh Sekda Jateng.

Artis dan musisi terkenal tanah air sering diundang untuk menghibur pengunjung acara Jateng Fair yang terkait sebagai bagian dari hari jadi Provinsi Jawa Tengah. Di Jateng Fair kali ini, artis yang hadir menghibur masyarakat seperti Tipe-X, Wali, JKT 48, dan lain sebagainya.

Meskipun target belum tercapai, namun PT PRPP mencatat jumlah pengunjung yang cukup besar mencapai lebih dari 100 ribu pengunjung selama dua pekan atau rata-rata 9000 per hari. Diperkirakan jumlah ini hanya 60 persen dari target 200 ribu pengunjung.

Jumlah pengunjung ini sudah cukup besar mengingat Jateng Fair sudah vakum selama 3 tahun karena Pandemi Covid-19.

“Kalau kendala kami rasa masih kurang promosi, persiapan juga kurang matang karena kondisi Covid kemarin membuat persiapan jadi kurang tidak seperti saat belum ada Covid dan juga faktor cuaca,” beber Sumarno usai penutupan Jateng Fair di panggung utama, Minggu (16/07/2023) malam.

Jateng Fair merupakan bagian dari event HUT Jawa Tengah ke 78 ini akan dievaluasi secara keseluruhan agar Jateng Fair 2024 bisa terlaksana lebih matang dan semua target yang ditetapkan bisa tercapai dengan maksimal.

“Saya lihat kabupaten dan kota kurang berpartisipasi tidak seperti sebelum pandemi, karena jika ada partisipasi dari Kabupaten Kota maka masyarakat akan berdatangan dan juga pada hadir,” ungkapnya.

Meski demikian, gelaran yang disebut sebagai pestanya rakyat Jawa Tengah ini sudah cukup baik jika dilihat dari kondisi pasca Covid-19.

“Kalau dari sisi setelah kondisi Covid memang sudah lumayan dan leluasa hanya saja kesiapannya yang kurang matang,” tuturnya.

Pengunjung 60 persen

Sementara itu, Titah menyebut jumlah pengunjung yang ditargetkan pada acara yang digelar sejak 30 Juni – 16 Juli 2023 ini adalah 200 ribu pengunjung. Namun pada kenyataannya, pengunjung yang datang pada Jateng Fair 2023 hanya sekitar 60 persennya atau 100 ribu lebih pengunjung.

“Ini jadi evaluasi kami untuk Jateng Fair 2024. Persiapan akan lebih kami matangkan lagi dan promosi acara juga akan kami lakukan jauh-jauh bulan sebelum pelaksanaan di tahun depan,” ucap Titah.

Sementara untuk transaksi yang terjadi selama Jateng Fair 2023, diakui Titah cukup tinggi yakni mencapai Rp 200 miliar. Pasalnya, dalam Jateng Fair kali ini juga terdapat pameran mobil dari Bapenda Provinsi Jawa Tengah dan juga pameran mebel dari HIMKI (Himpunan Pengusaha Mebel Indoensia) yang sekali melakukan transaksi bisa mencapai ratusan juta rupiah.

“Kali ini ada pameran mobil dari Bapenda Jateng dan sekali transaksi bisa 200-300 juta, lalu ada pameran mebel dari Himki itu juga nilainya tinggi. Tapi mungkin daya beli masyarakat secara umum belum tinggi seperti pada saat Jateng Fair sebelum Covid. Transaksi mencapai 200 miliar,” paparnya.

Meski demikian pihaknya optimis jika Jateng Fair 2024 akan lebih baik. Ia mengaku akan memperbaiki dan menambah sarana prasarana yang ada dilingkungan PRPP sehingga bisa terlaksana Jateng Fair yang lebih baik lagi.

“Venue kita seluas 15 hektar, usianya sudah 37 tahun loh jadi perlu tambahan yang tidak bersifat parsial. Memang idealnya sambil menunggu Jateng Fair, nanti venue PRPP sudah ketemu investor sehingga bisa di tata ulang,” ungkapnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top