Penyandang Tuna Rungu Banyak yang Gemar Berkesenian


Para penyandang tuna rungu, juga bisa tampil berkreasi berkesenian saat menginspirasikan pantomim di Mal Ciputra Semarang, Jumat. (foto: subagyo/SS)

Semarangsekarang.com – Bisa ikut memandu para tuna rungu berkesenian di atas panggung lantai dasar Mal Ciputra Semarang, Kadartiastuti SE terharu dan merasakan bisa ikut terlibat dan berpartisipasi dengan sesama saudara kita yang memiliki keterbatasan pendengaran.

“Kami dari Toety Production memandu jalannya para penyandang tuna rungu tampil di atas panggung menari diiringi musik dengan nyanyian Waka-waka di Mal Ciputra merasa terharu, dan ini merupakan yang pertama kalinya kami terlibat memandu sebagai instruktur kegiatan berkesenian para tuna rungu tersebut,” kata Kadartiastuti disela-sela acara, Jumat (24/06/2022).

Menurutnya, untuk memandu gerakan berkesenian para tuna rungu tinggal menyesuaikan musik dan lagunya. “Kami juga merasa bahagia bisa bergabung ikut memandu para penyandang tuna rungu tampil berkesenian di atas panggung,” tambahnya.

Kepuasan batiniah diakui Kadartiastuti, bisa ikut membahagiakan para penyandang tuna rungu dalam memandu mereka tampil dihadapan pengunjung mal. “Ini merupakan pengalaman pertama dan memberikan inspirasi sebuah kepuasan batin, saya,” tambahnya lagi.

Terpisah, Dimas Mahendra Teguh Priswanto (Dimas) Ketua DPC Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (Gergakin) Kota Semarang mengatakan, tahapan pendidikan penyandang tuna runggu juga dimulai dari TK, SD, SMP dan tingkat SMA, tetapi yang kuliah juga banyak.

“Jumlah para penyandang tuna rungu di Kota Semarang mencapai seribu orang lebih. Pekerjaan yang biasa dilakukan terkait dengan ketrampilan seperti seni kaligrafi, meubel atau perkayuan, serta.menjahit,” kata Dimas didampingi juru bahasa isyarat Stefanus Ming kepada Semarangsekarang.com, Jumat (24/06/2022).

Kadartiastuti SE bersama Toety Production ketika memandu penampilan penyandang tuna rungu di atas panggung Mal Ciputra. (foto: subagyo/SS)

Dikatakan Dimas, para penyandang tuna rungu pada setiap Hari Jadi Tuna Rungu Internasional dapat pasti ikut meramaikan dengan kegiatan berkesenian termasuk, tampil bermain pantomim dengan melakukan gerakan-gerakan tubuh dengan sangat menjiwai.

Demikian pula, pada Hari Disabilitas, para penyandang tuna rungu juga siap tampil berkesenian meramaikan Hari Jadi Disabilitas Internasional. Para.penyandang tuna rungu Kota Semarang juga banyak yang gemar berkesenian,” tambahnya. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top