Nh Dini Aset Berharga Kota Semarang


Sebagian peserta kegiatan mengenang sastrawan Nh Dini bergambar bersama di Collabox Creative Hub, Indrapasta, Semarang. (foto: dok istimewa)

Semarangsekarang.com – Sastrawan Nh Dini merupakan aset berharga dan sangat penting bagi Kota Semarang. Karya-karyanya dan kiprahnya di bidang literasi patut menjadi inspirasi dan diteladani oleh para sastrawan dan generasi muda di kota ini.

Demikian benang merah yang dapat ditarik dari kegiatan bertajuk Dini, Kita, Nanti di Collabox Creative Hub, Jalan Indrapasta, Semarang, Kamis, 29 Februari 2024 malam. Even diselenggarakan Bengkel Sastra Taman Maluku dan Collabox Semarang.

Ketua Umum Satupena DKI Jakarta Nia Samsihono menunjukkan keberanian Nh. Dini dalam karya-karya sastranya untuk mendobrak kekeliruan persepsi tentang perempuan oleh kaum lelaki. Perempuan selama ini diposisikan berada di sektor domestik.

“Dini dalam sejumlah karyanya, terutama Pada Sebuah Kapal, memberikan satu pesan jika perempuan pun memiliki kesetaraan di sektor publik dengan lelaki,” katanya.

Pembicara lainya adalah Laily Lanisy dan Dwi Sutarjantono, pengurus Satupena DKI Jakarta. Laily berpendapat, gaya penceritaan Dini dalam novel-novelnya begitu detail dan mengagumkan. Hal itu berbeda dengan pengarang-pengarang perempuan sesudahnya, seperti La Rose, Marga T, Ike Supomo, dan lain-lain.

Laily juga mengemukakan tentang tantangan dan peluang para penulis perempuan di era perkembangan teknologi informasi saat ini. Para penulis perempuan harus meninggalkan pola-pola konvensional dan harus memanfaatkan peluang dari media sosial.

Sedangkan Dwi Sutarjantono secara khusus membahas penerimaan diri dan proses penyembuhan jiwa dalam cerpen Nh. Dini “Ajaran Kehidupan Seorang Nenek”.

Ketua Bengkel Sastra Taman Maluku Sulis Bambang didampingi Manager Collabox Creative Hub berharap, agar kegiatan mengenang Nh. Dini dapat menjadi tradisi empat tahunan. Tentu saja hal ini harus dipersiapkan lebih matang lagi dan dikolaborasikan dengan sejumlah lembaga dan komunitas literasi yang peduli dengan karya dan kiprah Dini.

Kegiatan mengenang Dini yang berlangsung sampai Jumat, 1 Maret 2024, juga menampilkan narasumber Charter President Rotary Kunthi Hesty Utami, Direktur Utama Laboratorium Klinik Cito Dyah Anggraeni, Owner Vina House Cindy Bachtiar, dan tetangga Dini di Sekayu Maria Siti Penida.

Selain itu juga Rektor UPGRIS Sri Suciati, sastrawan Triyanto Triwikromo, Budi Maryono, dan dosen Undip Laura Andri RM.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Ketua Umum Satupena Jawa Tengah Gunoto Saparie, sejumlah pejabat dari Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang serta Provinsi Jawa Tengah, dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top