209 Warga Cibolok Minta Keadilan


Keterangan Gambar : Warga Cobolok yang rumahnya digusur saat mengadakan rapat dirumah tetangganya terkait dengan permintaan tali asih di rumah warga. (foto: wahid)

 

Semarangsekarang.com – Sebanyak 209 warga Cibolok yang tergusur meminta keadilan dengan cara meminta tali asih. Pasalnya tali asih tersebut tidak tidak sesuai dengan harapan. Bahkan meminta kepada Pemkot kota Semarang untuk merelokasi. 

“Untuk keadilan pihak penggusur atau yang pengrusak mengganti kerugian warga dan pemerintah mohon kami mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk merelokasi kami bahwa kami membutuhkan hunian,” kata juru bicara warga Hari Pranoko.

Ditambahkan oleh Hari selama ini yang 209 ini tergusur ada yang kos dan dibantu oleh tetangga untuk menempati rumahnya sementara. “Menerima ganti rugi belum cukup hanya untuk kontrak atau kos sudah habis selama satu tahun. Mohon dibatu dan diurusi,” tambahnya.

Kuasa hukum yang juga sebagai Ketua Umum DPP Gerakan Pemuda Marhaines Hari Jatmiko mengatakan berdasarkan fakta yang diterima pada 18 Februari 2001 perusakan 209 rumah itu terjadi bermula utusan dari orang Setiawan melakukan pendekatan dengan warga supaya mau menerima tali asih. Namun dalam surat pernyataannya prosesnya cacat hokum, karena pemberian tali asih dibawah tekanan.

“Nilai yang diberikan itu sangat tidak layak. Kenapa terjadi perlawanan warga karena didalam surat pernyataan itu Setiawan mengaku sebagai pemilik berdasarkan HM 474 itu tertulisnya seperti itu. Setelah ditelisik HM 474 bukan atas nama Setiawan,” tambahnya.

Dalam penyelesaian persoalan tersebut pihaknya sudah ketemu dengan Wali Kota Semarang dan berjanji akan menyelesaikan gantirugi terhadap warga akan diselesaikan berdasarkan azas kepatuhan.

Kuasa Hukum pemilik lahan, Rohmadi mengatakan masalah tali asih secara keperdataan sudah diberikan sebagian besar. Sehingga masih ada Sembilan orang yang belum menerima tali asih atau belum mau menerima. 

“Sebenarnya sudah kami siapkan sesuai dengan aturan, namun Sembilan orang tersebut belum mau menerima atau mengambil tali asih tersebut,” katanya.

Terkait dengan penyelesaian tersebut Rohmadi mengaku Wali Kota Semarang sudah menghubungi kliennya untuk menyelesaikan persoalan tersebut dengan cara memberikan tali asih yang belum menerima ataupun ada yang sebagian kecil minta tambahan karena mungkin masih kurang atau bagaimana.

“Pak Hendi sudah telpon dengan klien kami dan kami akan merespon nantinya,” katanya.

Realisasinya nanti akan dipertemukan dengan 17 warga yang meminta taliasih dan diajak bicara secara baik-baik. Bahkan pihaknya sudah menghubungi kliennya dan bersedia asal tidak memberatkan pihak kami. 

“Kalau masalah hukum sudah selesai keperdatannya juga selesai. Selain itu mereka juga tidak melakukan gugatan. Ya selama ini yang masih berjalan pidananya adalah masalah kecil-kecil dan itu pasrahkan kepada pihak Kepolisin dan kita tidak menghala-halangi atau memperlambat. Masalah hukum kita kedepankan,” akunya. (wahid-SS)

Berita Terkait

Top