Rektor Unissula Ajak Boikot Barang dan Jasa Dari Negara India


Ketua Bidang Pendidikan YBWSA Tjuk Subchan Sulchan bersama Rektor Unissula Prof Dr Gunarto melakukan keterangan pers. (foto: wahid/SS)

Semarangsekarang com – Rektor Unissula mengajak masyarakat Indonesia untuk boikot produk dan jasa dari negara India. Pemboikotan tersebut dilakukan terkait dengan penghinaaan kepada Nabi Muhammad oleh politikus India Nupur Sharma.

”Nupur Sharma seorang juru bicara partai berkuasa Baharatiya Janata Party (BJP) India baru-baru ini viral setelah membuat pernyataan kontroversial yang menghina Nabi Muhammad SAW dalam sebuah acara televisi Times Now pada Kamis 26 Mei 2022,”k ata rektor Unissula Gunarto SH MHum, Rektor Unissula saat memberikan keterangan pers di kampus setempat.

Gunarto mengaku akan melayangkan surat kepada dubes India di Jakarta bersama dengan sekolah lainnya yang berbasis Islam Karena ini merupakan penghinaan kepada Nabi Besar Muhammad

*Kita akan berkoordinasi dengan sekolah lainnya untuk melayangkan surat. Tentunya sekolah yang berbasis Islam,* tambahnya

Oleh karenanya dalam menyikapi penghinaan terhadap Nabi Muhammad tersebut kita harus bertindak tegas namun tidak boleh melewati batas. Oleh karenanya kami merasa perlu menolak dan mengecam dengan keras pernyataan politikus India Nupur Sharma Juru Bicara BJP  dan Naveen Kumar Jindal yang menghina Nabi Muhamad SAW, Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah, serta penistaan terhadap Alqur’an.

Aksi penghinaan tersebut ujarnya, seharusnya juga dijadikan momentum bagi umat Islam untuk lebih mencintai Nabi Muhammad SAW dan Alqur’an sebagai jalan keselamatan di dunia dan akherat.

Dalam kesempatan tersebut rektor Unissula merekomendasikan beberapa poin penting. Diantaranya Pemerintah RI sebaiknya mengimbau masyarakat untuk tidak membeli produk-produk barang dan jasa dari India yang telah melakukan penghinaan pada Nabi Muhammad SAW, dan memanggil Duta Besar India di Indonesia untuk meminta maaf pada umat Islam. Selain itu agar umat Islam untuk bersatu padu menolak barang barang dari India seperti produk makanan, produk kecantikan, cat dan lain-lain dan memilih membeli produk produk dalam negeri khususnya produk yang diproduksi kaum Muslim Indonesia. Serta menyerukan kepada semua masyarakat Indonesia tetap bersatu padu menjaga ukhuwah wathoniyah atau persatuan sesama bangsa Indonesia.

Bahkan mendorong Pemerintah India untuk melakukan penegakan hukum bagi warga India yang telah menghina Nabi Muhammad SAW berdasar pasal 295A, 153A dan 505B KUHP India, sekaligus menjaga perdamaian dunia berdasar kemanusiaan dan keadilan. (wahid-SS)

Berita Terkait

Top