Dewan Minta Pemkot Kurangi Beban Warga Terdampak Rob


Tim Basarnas Semarang ketika membantu evakuasi warga yang terjebak banjir rob di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang beberapa waktu lalu. (foto: basarnas semarang)

Semarangsekarang.com – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Semarang, Mualim menyatakan, DPRD Kota Semarang prihatin atas kejadian banjir rob yang melanda di wilayah Semarang Utara, kawasan Pelabuhan Tanjung Emas dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

“Pihak DPRD meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaannya, mengingat tanggul jebol baru ditangani sementara,” tandas Mualim, Jumat (03/06/2022).

Dikatakan Mualim, memang perbaikan insfrastruktur berupa tanggul jebol di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas merupakan ranah pemerintah pusat, provinsi dan pemerintah kota Semarang.

“Saya minta semua pihak bisa saling berkoordinasi untuk melakukan perbaikan tanggul penahan laut yang jebol dengan segera. Memang saat ini baru dilakukan perbaikan sementara dengan karung berisi pasir,” ucapnya. 

Dikatakan, koordinasi antara semua pihak penting, karena menyangkut besarnya biaya perbaikan tanggul agar tidak terjadi lagi hal yang serupa kedepannya.

“Kami dukung agar perbaikan itu nantinya bisa permanen agar tidak jebol lagi di kemudian hari. Karena membuat warga sekitar terutama Semarang Utara, dan kawasan Pelabuhan yang terkena dampak paling parah,” imbuhnya. 

Selain Pemkot Semarang, harus rutin mengecek insfrastuktur berupa talut atau penahan laut secara berkala terutama yang sudah rawan rusak.

“Hal lain yang perlu diperhatikan Pemkot Semarang adalah warga terdampak, baik dari sisi psikis, sosial dan kesehatannya. Banyak juga karyawan yang karena kondisi cuaca ekstrim berupa banjir rob yang tinggi, terpaksa ditempat kerjanya diliburkan yang tidak bisa dihindari tersebut,”katanya. 

Pihaknya berharap kepada para pengusaha meski sempat menghentikan aktivitas pabrik, bisa tetap memberikan gaji secara penuh kepada para karyawan yang terdampak.

“Tapi kalau tidak mampu bisa berdiskusi dengan karyawan karena kondisi alam yang tidak bisa dihindari, sehingga ada semacam kesepakatan antara mereka (karyawan dan pengusaha-red),” paparnya. 

Banjir rob masih ada potensi, karena cuaca ekstrim hingga saat ini, akan berdampak pula kepada warga. “Terutama muncul penyakit kulit, seperti gatal-gatal dan lainnya, sehingga Pemkot Semarang harus bisa meringankan beban dan membantu warga yang terkena dampak banjir rob.

Misalnya, kebutuhan sehari-hari, mulai dari logistik seperti nasi bungkus dan obat-obatan. Jika ada dana taktis dari Pemkot bisa disalurkan agar warga bebannya menjadi ringan menghadapi cuaca ekstrim yang masih akan berlangsung sampai sekarang,” tambah politisi Partai Gerindra ini. (subagyo-SS)

Berita Terkait

Top